12 Mahasiswa Baru di Makassar Diduga Dianiaya dan Dicekoki Miras oleh Senior

14 Juli 2022 13:14 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi menuang minuman keras (miras).
 Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi menuang minuman keras (miras). Foto: Shutterstock
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Sebanyak 12 mahasiswa baru di Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kementerian Kesehatan Makassar, Sulawesi Selatan, mengaku mendapat kekerasan usai menjalani masa orientasi pengenalan kampus atau ospek oleh sejumlah seniornya. Mereka dipukuli dan dicekoki minuman keras (miras).
ADVERTISEMENT
Salah satu mahasiswa baru berinisial MH mengaku telah melaporkan peristiwa yang menimpanya tersebut ke kepolisian. Dalam laporannya, ia mengaku dianiaya usai ospek.
"Saya sudah melapor di Polsek Rappocini," kata MH kepada wartawan, Rabu (13/7).
MH menceritakan, peristiwa penganiayaan itu terjadi setelah kegiatan ospek. MH dan rekan-rekannya diculik sejumlah orang yang diduga senior dan alumni. Kemudian, mereka dibawa ke salah satu rumah kos di wilayah Rappocini.
Di rumah kos itu, MH dan rekannya dipaksa untuk minum minuman beralkohol. Bila tidak, maka senior dan alumni tersebut langsung menganiaya dengan cara dipukul dan ditampar secara berulang kali.
"Kami pulang ospek. Kami saat itu berada di depan gerbang kampus, datang senior dan juga ada alumni. Langsung membawa kami ke rumah kos. Di situ, kami dipaksa minum beralkohol, kalau tak mau disiksa," bebernya.
ADVERTISEMENT
Terkait laporan polisi, dibenarkan oleh Kasi Humas Polrestabes Makassar AKP KS Lando. Ia mengaku Polsek Rappocini telah menindaklanjuti laporan korban. Sejumlah saksi dan korban telah dimintai keterangan.
"Sudah ditangani Polsek Rappocini. Saksi sudah diperiksa. Jadi, kasus ini dilakukan penganiayaan oleh dua orang. Pengakuan korban dipaksa minum-minuman keras," katanya.
Dia menegaskan, identitas terduga pelaku telah diketahui. Polisi masih terus memburu mereka.
"Terduga pelaku dua orang. Satu alumni, satu bukan mahasiswa. TKP di luar kampus, di kamar kos," tandasnya.