13 Jemaah Umrah Positif Corona, Kemenag Lakukan Evaluasi

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Kemenag M. Arfi Hatim dalam acara pembekalan petugas haji di Asrama Haji, Pondok Gede, Jakarta Timur. Foto: Dok. Media Center Haji
zoom-in-whitePerbesar
Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Kemenag M. Arfi Hatim dalam acara pembekalan petugas haji di Asrama Haji, Pondok Gede, Jakarta Timur. Foto: Dok. Media Center Haji

Jemaah umrah asal Indonesia yang terpapar virus corona kini menjadi 13 orang. Mereka dinyatakan positif setelah kembali menjalani tes berbasis PCR di Arab Saudi.

Terkait hal itu, Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Kementerian Agama, HM Arfi Hatim, memastikan penanganan jemaah asal Indonesia yang positif COVID-19 dilakukan oleh Kerajaan Arab Saudi.

Arfi menyebut 13 para jemaah itu sudah menjalani isolasi hingga karantina sampai mereka dinyatakan negatif dan dapat melanjutkan ibadah umrah.

"Penanganannya ini tentu menjadi tanggung jawab dari muassasah dan pemerintah Arab Saudi, mereka sudah dilakukan proses isolasi dan sambil menunggu waktu akan dilakukan swab test ulang, semoga hasilnya negatif gitu," kata Arfi dalam dialog BNPB berjudul Perkembangan Terkini: Umrah Aman Saat Pandemi, Rabu (11/11).

"Artinya ini penanganannya sudah ditangani termasuk juga perhatian terhadap konsumsi sudah menjadi perhatian dari pihak muassasah dan Kementerian Kesehatan Arab Saudi," tambah dia.

kumparan post embed

Arfi menuturkan adanya 13 jemaah umrah asal Indonesia yang dinyatakan positif itu jelas tidak diduga sebelumnya. Sebab seluruh jemaah umrah yang terbagi dalam tiga kloter berbeda sudah menjalani pemeriksaan dan karantina ketat sesaat akan berangkat menuju Tanah Suci.

Selain itu, Arfi mengatakan peristiwa ini akan dievaluasi oleh Kemenag. Masyarakat yang melakukan ibadah umrah harus dalam kondisi sehat termasuk ketika mereka pulang kembali pulang ke Indonesia.

"Sebelumnya kita sudah membuat mitigasi beberapa titik-titik kritis dalam penyelenggaraan ibadah umrah di masa pandemi ini dengan mempertimbangkan segala risiko yang terburuk bahwa kemudian di kondisi real di lapangan ada jemaah kita yang terkonfirmasi positif, nah ini perlu jadi perhatian serius," ucap Arfi.

Jemaah umrah Indonesia kloter 3 tiba di hotel di Makkah, Minggu (8/11/2020). Foto: Kementerian Haji Arab Saudi

Tidak hanya mengevaluasi mitigasi, Arfi juga meminta penyelenggara umrah dapat lebih ketat lagi dalam soal kesehatan calon jemaah.

"Kami meminta kepada penyelenggara-penyelenggara umrah untuk terus mensosialisasikan hal ini terkait kepatuhan dan disiplin dalam penyelenggaraan ibadah umrah, bahwa melaksanakan perjalanan ke luar negeri sama saja sistemnya dengan melaksanakan ibadah umrah," kata Arfi.

"Selama disiplin insyaallah tak masalah, jangan melanggar dan jalankan sesuai protokol kesehatan yang ditentukan," tutupnya.

Total ada tiga kloter jemaah umrah yang telah berangkat dari Indonesia. Kloter pertama berjumlah 224 jemaah berangkat tanggal 1 November, kloter kedua sebanyak 89 jemaah terbang tanggal 3 November 89 jemaah, dan kloter ketiga sebanyak 46 jemaah terbang pada tanggal 8 November.

Jemaah yang terpapar corona berasal dari kloter pertama dan kedua, sedang kloter ketiga bersih dari corona.

Infografik Protokol Umrah saat Pandemi. Foto: kumparan