Jemaah Umrah Indonesia yang Terpapar Corona Menjadi 13 Orang

kumparanNEWSverified-green

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Jemaah kloter pertama bersiap melaksanakan ibadah umrah dari hotel tempat mereka dikaratina pada 4 November 2020. Foto: Dok. KJRI Jeddah
zoom-in-whitePerbesar
Jemaah kloter pertama bersiap melaksanakan ibadah umrah dari hotel tempat mereka dikaratina pada 4 November 2020. Foto: Dok. KJRI Jeddah

Jumlah jemaah umrah Indonesia yang terpapar corona bertambah dari 5 menjadi 13 orang. Mereka berasal dari kloter/rombongan pertama dan kedua.

Kloter pertama tiba di Arab Saudi pada 1 November, kloter kedua pada 3 November. Sedang kloter ketiga mendarat 8 November.

“Jadi dari jemaah Indonesia itu sudah ada 13 orang yang dinyatakan positif (corona),” ujar Konjen RI di Jeddah Eko Hartono dalam diskusi virtual yang digelar asosiasi travel umrah AMPHURI bertema evaluasi umrah new normal, Selasa (10/11) malam.

Eko merinci, 13 orang itu terdiri dari 8 orang dari rombongan pertama dan 5 orang dari rombongan kedua. Mereka dinyatakan positif setelah menjalani tes swab beberapa kali di tempat mereka menginap di Makkah.

“Ini membuat pemerintah Saudi sangat hati-hati. Karena ini, betul, ini [jemaah umrah internasional] uji coba. Begitu ada jemaah yang positif, itu membuat mereka alert dan mengambil tindakan yang ekstra,” kata Eko.

“Kalau ada beberapa jemaah, bahkan satu pun jemaah yang positif, mereka akan langsung melakukan swab dan karantina bagi seluruh anggota rombongan itu. Jadi satu kena, semua akan menanggung akibatnya. Itu sudah kebijakan mereka,” beber Eko.

Jemaah umrah dari Indonesia kloter kedua tiba di Jeddah pada Selasa (3/11). Foto: Dok. Kementerian Haji & Umrah Arab Saudi
kumparan post embed

Eko menekankan bahwa protokol kesehatan itu digariskan oleh Kementerian Kesehatan Saudi. Sedangkan kementerian lainnya, termasuk Kementerian Haji yang mengurusi umrah, tunduk pada kebijakan Kemenkes.

“Saat ini Kemenkes Saudi yang menjadi panglima, bukan Kementerian Haji. Kementerian Haji tunduk pada Kemenkes. Karena ini terkait dengan protokol kesehatan, Kementerian Haji akan patuh,” beber Eko.

Eko menuturkan bahwa Arab Saudi saat ini juga sedang mencari pola yang pas untuk menerima dan melayani jemaah internasional di masa pandemi. Sebab, pelayanan umrah di masa pandemi jauh berbeda dengan masa sebelumnya.

Hujan turun di Masjidil Haram, Rabu (4/11). Foto: Twitter/@HaramainInfo

Jemaah umrah internasional ditutup mulai akhir Februari 2020 akibat pandemi corona dan dibuka kembali per 1 November 2020.

Jemaah umrah internasional yang menjadi “pilot project” saat ini berasal dari Indonesia dan Pakistan. Jemaah Pakistan yang hanya 47 orang, semuanya negatif corona dan diperkenankan umrah dan ziarah ke Madinah. Sedangkan jemaah Indonesia cukup besar, lebih 300 orang.

Konjen RI Jeddah, Eko Hartono, meninjau jemaah umrah asal Indonesia sebelum masa pandemii. Foto: Dok. KBRI Arab Saudi

Rombongan pertama jemaah Indonesia yang negatif corona telah menunaikan umrah pada 4 November 2020. Namun, kepulangan mereka seluruhnya ke Tanah Air menunggu hingga semuanya bersih dari corona.

Sementara, beberapa jemaah Indonesia telah diperbolehkan pulang ke Indonesia pada Senin, 9 November, sebagaimana informasi yang diunggah oleh Kementerian Haji Arab Saudi di bawah ini:

X post embed

***

Saksikan video menarik di bawah ini: