14 ABK di Cilacap yang Corona India: 1 Meninggal, 5 Sembuh, 8 Masih Dirawat

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gedung Instalasi Rawat Jalan RSUD Cilacap. Foto: Idhad Zakaria/Antara Foto
zoom-in-whitePerbesar
Gedung Instalasi Rawat Jalan RSUD Cilacap. Foto: Idhad Zakaria/Antara Foto

RSUD Cilacap terus memantau perkembangan anak buah kapal (ABK) MV Hilma Bulker yang positif varian corona India. Total ada 14 ABK yang merupakan WN Filipina itu yang positif varian corona India. Dari jumlah itu, 1 meninggal dunia, 2 sembuh dan 11 masih dirawat di ruang isolasi RSUD Cilacap. Update terbaru per Rabu (26/5), jumlah ABK yang sembuh bertambah lagi. Ada 3 orang ABK yang dinyatakan sembuh. Dengan demikian, tersisa 8 ABK yang masih dirawat di ruang isolasi corona di RSUD Cilacap. Direktur Utama RSUD Cilacap dr Moch Ichas Riyanto mengatakan kondisi mereka yang masih dirawat dalam keadaan stabil.

kumparan post embed

"Tinggal 8 orang, sembuh 3 orang lagi. Sudah tanpa gejala, stabil sekarang keadaannya," ujar Ichlas saat dihubungi, Rabu (26/5).

Meski begitu, dia belum dapat memastikan apakah ketiga pasien yang telah sembuh itu telah pulang ke negaranya usai menerima serangkaian perawatan di Cilacap.

Infografik Bahaya Varian Corona India. Foto: Tim Kreatif kumparan

"Enggak tahu sudah dipulangkan apa belum itu urusan agensi dan kedutaan, ya. Tapi yang jelas sudah keluar dari rumah sakit," jelas dia.

Untuk diketahui, masuknya varian corona India atau B.1617.2 ke Cilacap bermula saat kapal MV Hilma Bulker bersandar di Pelabuhan Tanjung Intan Cilacap pada 25 April 2021.

Kapal yang membawa 20 ABK WN Filipina membawa muatan gula rafinasi yang berasal dari India.

Setelah dilakukan serangkaian tes metode reaksi rantai polymerase atau PCR 14 ABK kapal berbendara Panama itu dinyatakan positif COVID-19.

Belakangan diketahui, 14 warga asing itu terpapar virus corona asal India usai berdasarkan hasil tes genome dari Balitbangkes Kementerian Kesehatan (Kemenkes).