Atlet Gulat Putri di Bantul Mengaku Alami Kekerasan Seksual, Pelatih Dipolisikan
ยทwaktu baca 2 menit

Seorang atlet gulat putri asal Bantul mengaku mengalami kekerasan seksual yang diduga dilakukan pelatihnya berinisial AS. Kasus itu terjadi sekitar Juli 2022 lalu.
Berdasarkan pengakuan senior korban, Angga Setyaji, awalnya korban enggan menceritakan kasus tersebut ke orang tua dan rekannya sesama atlet. Setelah diyakinkan, akhirnya korban berani bersuara.
"A (inisial korban) langsung saya tanya. Dia bilang tidak kuat, depresi. Setelah itu kami kuatkan mentalnya," kata Angga di Polres Bantul, Kamis (27/10).
Menurut Angga, korban mulai terbuka dan berani menceritakan ke orang tuanya sekitar Agustus lalu. Sebab, korban ketakutan dan trauma. Saat itu, Angga menjemputnya ke stasiun, di sana juga akhirnya korban bercerita ke orang tuanya.
"Dan kita bertemu juga dengan bapaknya di stasiun itu," ujarnya.
Korban Mengalami Kekerasan Seksual saat Latihan Bersama Pelatihnya
Dari keterangan korban, lanjut Angga, kasus itu berawal saat korban diajak latihan oleh pelaku di sebuah sasana di Kecamatan Sanden, Kabupaten Bantul. Korban latihan dalam rangka persiapan menuju Pekan Olahraga Daerah (PORDA) XVI DIY.
"Di luar jam latihan itu dijapri (terduga pelaku) untuk latihan mandiri. Karena saya bilang korban ini masih anak-anak, masih semangat-semangatnya. Ada jam tambahan ini ayo (korban mau)," ungkapnya.
Dijelaskan, bahwa saat itu suasana tempat latihan sepi. Hanya ada terduga pelaku dan korban. Dugaan kekerasan seksual kemudian terjadi waktu itu.
Saat itu, korban belum berani menceritakan kejadian ini kepada orang tuanya. Bahkan dia memilih berlatih ke Bandung untuk menghindari terduga pelaku.
Setelah keluarga berkonsultasi, kasus ini kemudian diputuskan untuk dilaporkan polisi. Korban dan terduga pelaku ini diketahui telah cukup lama mengenal, sekitar 2-3 tahun.
A merupakan atlet berprestasi. Dia berhasil menyabet emas PORDA lalu di nomor 53 kilogram gaya bebas putri.
Korban Memberanikan Diri Melapor ke Polisi
Yudha selaku pendamping korban menyebut peristiwa yang menimpa membuat korban depresi. Untuk itu dia memutuskan untuk mendampingi korban melapor.
"Itu (kejadian dugaan kekerasan seksual) di persiapan Porda kemarin, saat latihan," imbuhnya.
Setelah peristiwa itu korban juga menunjukkan tingkah yang tidak wajar seperti mencakar tangan sendiri hingga berhalusinasi.
"(Korban) sampai melukai anggota tubuhnya pakai kukunya, dicakar-cakar," kata Retno Setyawati atlet gulat lainnya.
Kasat Reskrim Polres Bantul AKP Archye Nevadha kepada wartawan menjelaskan telah menerima laporan korban. Kasus ini akan diselidiki.
"Laporannya sudah kami terima. Selanjutnya akan dilakukan penyelidikan," ucapnya.
