Pengakuan Tetangga Solihin 'Serial Killer', Pernah Dapat Kopi Beracun

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Para tersangka kasus pembunuhan berantai.  Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Para tersangka kasus pembunuhan berantai. Foto: Dok. Istimewa

Solihin alias Dullah (60) salah satu dari trio 'Serial Killer' tega membunuh sembilan orang termasuk kerabatnya sendiri. Dia bersama dengan Wowon dan Dede melakukan aksi pembunuhan keji itu di Bekasi dan Cianjur.

kumparan mendatangi kediaman Solihin yang berdekatan dengan rumah Wowon di Desa Gunungsari, Kecamatan Ciranjang, Cianjur, Jawa Barat.

Salah satu tetangganya di Desa Gunungsari, Cianjur, bernama Ujang Zaenal Mustofa (54) membeberkan pengalamannya bertetangga dengan Solihin.

Ujang mengaku pernah meminum kopi saset yang tak sengaja didapatkan istrinya Nur, tercecer di jalan dekat rumah mereka yang berdekatan dengan Solihin. Kopi itu lalu dibawa ke rumah, Sabtu (14/1). Ujang lalu menyeduh kopi tersebut.

"Disimpan di atas etalase di rumah, diminum setelah salat magrib," kata Ujang ketika ditemui pada Jumat (20/1).

Ujang menuturkan, rasa kopi itu tak seperti biasanya. Setelah meminumnya 2 kali, kopi itu kemudian dibuangnya.

Sekitar lima menit usai meminum kopi tersebut, Ujang langsung merasa pusing dan tangan serta kakinya bergetar. Dia lalu dilarikan ke rumah sakit terdekat dan mendapat perawatan di sana.

kumparan post embed

"Kopinya gampang dibuka kayak yang udah dibuka. Kopinya juga kayak bau. Kan kalau yang biasa mah suka minum, beda rasanya. Dua kali meminum terus dibuang aja," jelasnya.

"Selang semenit tiba-tiba pusing terus tangan bergetar. Kaki juga bergetar," lanjut dia.

Ujang dirawat di rumah sakit selama sekitar empat hari. Dokter di rumah sakit tak menyebutkan rinci penyebab Ujang mengalami kejadian itu.

Saat pulang lagi ke rumahnya pada Selasa (17/1), Ujang melihat Solihin ditangkap oleh polisi terkait kasus pembunuhan.

Suasana di rumah Solihin yang bunuh sembilan orang di Desa Gunungsari, Cianjur, pada Jumat (20/1). Foto: Rachmadi Rasyad/kumparan

Sebelumnya, Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran pun menyebut tiga orang yang dibunuh Wowon di Bekasi meninggal dunia usai menenggak kopi mengandung racun.

"Dokternya tidak kasih tahu (keracunan atau bukan). Tapi katanya penyakit mah gak ada," kata dia.

Ujang mengaku dirinya memang jarang bertegur sapa dengan Solihin meskipun rumah mereka berdekatan. Namun, dari informasi yang dihimpun, istri dari Ujang yakni Nur ternyata pernah berselisih dengan keluarga Solihin beberapa waktu lalu.

"Dia (Solihin) jarang nanya aja. Gak tau salah saya apa," kata dia.

Wowon, Solihin dan Dede kini telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Metro Jaya. Mereka dijerat dengan Pasal 340 KUHP dan diancam pidana mati.