2 Alasan Prabowo Beli 12 Jet Tempur Mirage 2000-5 Bekas Qatar Rp 12 Triliun
ยทwaktu baca 3 menit

Menhan Prabowo Subianto membeberkan alasannya membeli jet tempur Mirage 2000-5 bekas Qatar. Total ada 12 jet tempur dibeli Prabowo dan negara harus merogoh kocek mencapai Rp 12 triliun.
Prabowo lantas memberikan penjelasan mengapa harus membeli pesawat bekas Qatar dengan harga yang tinggi. Menurutnya, ada dua alasan penting.
"Masalah Mirage sudah saya jelaskan di PTDI. Pembelian Mirage ini adalah sebagai upaya dua," ucap Prabowo usai menerima kunjungan Dubes Palestina Zuhair Al-Shun di kantor Kemhan RI, Jakarta, Senin (19/6).
"Pertama, suatu intern solution pesawat kita yang sekarang banyak sudah sangat tua dan dalam keadaan perlu refurbishment yang cukup besar," tambah dia.
Prabowo menuturkan, refurbishment pesawat di Indonesia terutama pesawat tempur, paling cepat membutuhkan waktu 18 bulan. Ia menyebut, Kemhan sudah menandatangani kontrak membeli jet tempur Rafale dari Prancis.
Namun, Prabowo menyebut, membeli pesawat tidak secepat dan sesimpel seperti yang dibayangkan. Ada tahapan waktu hingga pesawat benar-benar tiba di Indonesia.
"Nah pesawat baru yang kita sudah tanda tangan kontrak terutama Rafale dari Prancis, itu paling cepet adalah yang pertama datang 36 bulan, 3 tahun dan baru semua selesainya itu 60 bulan dengan operasional 60 bulan atau 5 tahun," kata Prabowo.
"Jadi sekarang sampai 3 tahun, kita perlu pesawat tempur sebagai suatu pertahanan bagi negara yang begini besar dan begini kaya," ucap Prabowo.
RI Sebesar Eropa, Butuh Pesawat Tempur Canggih
Ketua Umum Gerindra ini mengatakan, negara Indonesia begitu luas. Bahkan sebesar benua Eropa. Oleh sebab itu, untuk menjaga kedaulatan dan keamanan negara, dibutuhkan alutsista yang memadai.
"Bayangkan negara sebesar kita dan kayak, kita tidak punya pesawat tempur dan operasional. Jadi itulah upaya kami di Kemhan untuk pertama refurbishment semua pesawat tempur," kata Prabowo.
"Kita sekarang semua pesawat tempur kita refurbishment, sedang kita laksanakan, sekarang kita harus beli suatu pesawat yang bisa segera secepatnya operasional," ucap Prabowo.
"Mirage dari Qatar ini 2000-5 ini sangat canggih dan merupakan teknologi yang istilahnya sangat kompatibel dengan Rafale. Berarti ini bisa dikatakan proses penyesuaian pilot-pilot kita dengan teknologi menuju ke Rafale," jelas prabowo.
Prabowo menuturkan, alasan kedua membeli Mirage 2000-5 bekas Qatar ini karena usia pakainya masih cukup panjang. Menurutnya, rata-rata usia pakai pesawat hanya 30 tahun.
"Kita punya deterrence yang lebih cepat dari 36 bulan dan ini alutsista ini, relatif masih muda. Para ahli sudah kita kirim, kita periksa rata-rata usia pakai masih 10-15 tahun karena usia pesawat itu kira-kira 30 tahun," ucap dia.
Prabowo menyebut, Mirage 2000-5 bekas Qatar masih layak dipakai karena negara Qatar sangat kecil sehingga jarak tempuh pesawat ini masih sangat sedikit.
"Qatar sangat kecil, mungkin sama Jabodetabek, sama Bogor masih lebih besar Bogor, jadi punya istilahnya jam terbangnya masih sangat muda," kata Prabowo.
