2 Hari 100 Titik Penyekatan di Jakarta Berlaku, Polisi Klaim Kepadatan Turun 50%

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Petugas menghentikan kendaran sepeda motor di titik penyekatan baru di Mampang, Jakarta Selatan, Kamis (15/7/2021). Foto: Akbar Nugroho Gumay/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Petugas menghentikan kendaran sepeda motor di titik penyekatan baru di Mampang, Jakarta Selatan, Kamis (15/7/2021). Foto: Akbar Nugroho Gumay/ANTARA FOTO

Pelaksanaan penyekatan masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Jakarta pada awal kegiatan sempat mengalami kepadatan luar biasa di setiap pos. Terlebih saat polisi memberlakukan 100 titik penyekatan di Jakarta dan sekitarnya.

Kabid Humas Polda Metro Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, kondisi tersebut saat ini sudah jauh berubah drastis. Bahkan kepadatan turun hingga 50 persen di semua pos penyekatan.

“Pertama dibandingkan dengan hari kemarin sekarang sudah cukup landai. Kalau kita melihat google basic, traffic yang ada di aplikasi itu hari ini ada penurunan sekitar 40 sampai 50 persen,” kata Yusri di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (16/7).

kumparan post embed

Yusri tak menyebutkan seperti apa perbandingan data yang dipakai polisi. Apakah dibandingkan dengan tahun lalu, atau dibandingkan dengan kepadatan sebelum PPKM darurat.

Yusri menyebut, salah satu titik penyekatan yang sempat mengalami penumpukan yakni di daerah Pesing, Jakarta Barat. Hal itu dikarenakan ada perubahan dalam penerapan 100 titik pos penyekatan sehingga berdampak pada kondisi arus lalu lintas.

Kendaraan melintasi Tol Dalam Kota Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (15/7/2021). Foto: Wahyu Putro A/ANTARA FOTO

“Memang ada satu saja perubahan dari 100 titik itu di daerah Pesing, Daan Mogot yang tadinya di Pesing kemudian dimundurkan sedikit sampai Perempatan ABC sehingga terjadi sedikit penumpukan. Kenapa dievaluasi karena melihat situasional yang ada. Karena memang di sana sempat sangat panjang di situ sehingga dimundurkan untuk mengantisipasi rekayasa lalu lintas,” ujar Yusri.

Antrian kendaraan menjelang titik penyekatan baru di Mampang, Jakarta Selatan, Kamis (15/7/2021). Foto: Akbar Nugroho Gumay/ANTARA FOTO

Yusri mengapresiasi masyarakat yang mulai sadar akan pentingnya penerapan PPKM Darurat. Begitu juga dengan perusahaan yang sudah mengatur sistem WFO.

“Sekali lagi kami sampaikan pertama terima kasih kepada warga Jakarta yang sudah bisa mengerti bahwa sudah diatur kebijakan pemerintah sudah keluar nonesensial dan nonkritikal baik itu yang esensial diatur persentasenya untuk mereka WFO,” tandasnya.