2 Lumba-lumba yang Sempat Ditunggangi Lucinta Luna di Bali Diduga Hilang
ยทwaktu baca 3 menit

Dua ekor lumba-lumba yang sempat viral karena ditunggangi seleb Lucinta Luna diduga hilang. Hilangnya dua ekor lumba-lumba itu dilaporkan oleh Koalisi Anak Negeri, lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang concern dan peduli satwa dilindungi.
Inisiator Koalisi Anak Negeri Pinneng Sulungbudi tak melihat dua ekor lumba-lumba itu berada di Bali Exotic Marine Park.
"Salah satu perwakilan dari Koalisi Anak Negeri untuk lumba-lumba belum lama pergi ke Bali untuk melihat nasib lumba-lumba yang dititip oleh Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Bali di Bali Exotic Marine Park. Lebih parah lagi, dua ekor lumba lumba di Bali Exotic marine Park sekarang hilang," kata Inisiator Koalisi Anak Negeri Pinneng Sulungbudi dalam keterangan persnya, Senin (29/11).
Sebelumnya, BKSDA memindahkan 7 ekor lumba-lumba dari Dolphin Lodge Bali (DLB) milik PT Piayu Samudra Bali di lepas pantai Mertasari Sanur ke Bali Exotic Marine Park. Pemindahan ini buntut dari Lucinta Luna menunggangi lumba-lumba tersebut dan viral di media sosial, pada April 2021 lalu.
Menurut Sulungbudi, BKSDA seharusnya melepasliarkan satwa tersebut ke laut, bukan ke Bali Exotic Marine Park, yang berada di kawasan Benoa, Kota Denpasar.
Hal ini karena kondisi lumba-lumba di Bali Exotic Marine Park memprihatinkan. Ia menilai kapasitas kolam tak memadai untuk memelihara satwa tersebut. Kolam cuma 3 sementara itu ada 12 ekor lumba-lumba hidup di sana.
"Dari 3 kolam yang ada, 5 lumba lumba dari Bali Dolphin Lodge diletakkan dalam 1 kolam yang sama dengan ukuran kecil dan dangkal. Mereka juga terus menerus terpapar matahari," kata dia.
Ia meminta BKSDA untuk menjelaskan nasib 2 ekor lumba-lumba lainnya. Koalisi Anak Negeri telah membuat petisi untuk menyelamatkan lumba-lumba tersebut. Sejak Mei 2021 hingga saat ini sudah ada 75 ribu orang yang menandatangani.
"Ke mana dua lumba lumba? Kita harus dapat jawaban dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan," kata dia.
Sementara itu, Kasie Konservasi Wilayah I BKSDA Bali Sumarsono tak menjelaskan secara rinci mengenai hilangnya dua ekor lumba-lumba tersebut. Ia mengatakan, apabila lumba-lumba tidak ada di Bali Exotic Marine Park, bukan berarti dijual atau mati lalu dimakan.
"Lagian bagaimana caranya kita jual lumba-lumba segede itu di pasar tanpa menimbulkan kegemparan di pasar," kata dia.
Sumarsono mengatakan, kondisi 7 ekor lumba-lumba yang sita dari Bali Logde Dolphin itu tidak sehat. Hal ini disebabkan diperagakan berlebihan. Lumba-lumba tersebut kurang makan dan tidak pernah dicek kesehatannya.
"Sehingga ketika kami rampas ada beberapa yang sakit parah dan tinggal menunggu ajal. Yang sakit itu, kalau kita biarkan salah, kita pelihara lalu mati di tangan kita salah, kalau kita lepas, tambah salah lagi," kata dia.
Ia menegaskan, tidak mudah untuk melepasliarkan lumba-lumba yang telah dieksploitasi.
"Idealnya lumba-lumba bekas sirkus atau bekas peragaan, memang harus dilepasliarkan. Tetapi jangan lupa, lumba-lumba bekas sirkus satwa yang diperagakan sudah telanjur tergantung hidupnya pada manusia, tidak bisa hidup mandiri di alam liar," kata dia.
Lumba-lumba yang dieksploitasi tidak bisa mencari makan secara mandiri dan sulit untuk membentuk koloni. Mereka juga tidak bisa bertahan dari serangan koloni lumba-lumba lain. Menurutnya, melepasliarkan berarti upaya membunuh lumba-lumba.
