2 Motor Hilang di Kasus Sekeluarga Tewas Keracunan

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Rumah kontrakan sekeluarga yang keracunan di Bantargebang, Bekasi. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Rumah kontrakan sekeluarga yang keracunan di Bantargebang, Bekasi. Foto: Dok. Istimewa

Satu keluarga asal Cianjur tewas diduga keracunan di rumah kontrakannya di Kelurahan Ciketingudik, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi, Kamis (12/1).

Identitas seluruh korban adalah:

  1. Ai Maemunah (40 tahun);

  2. M. Ridwan Abdul Muiz (18), anak Ai;

  3. M. Ruswandi (15), anak Ai.

Di balik kematian itu ada kecurigaan keluarga di Cianjur. Kecurigaan pertama adalah soal keberadaan Wowon (54 tahun) yang entah di mana.

Wowon merupakan suami sekaligus ayah tiri Ai Maemunah (40) yang tidak ada di rumah kontrakan tersebut, juga tidak hadir di RSUD Bantargebang maupun di pemakaman.

2 Motor Hilang

Kecurigaan kedua adalah hilangnya dua sepeda motor, Honda Scoopy dan Honda BeAT.

Sepeda motor yang diduga dicuri terkait kasus sekeluarga tewas keracunan. Dok: Istimewa.

"Motor itu (Scoopy) milik bosnya Wandi (M. Ruswandi) yang dipinjamnya dari tempatnya bekerja di konveksi di Bandung. Kita mengetahui hal ini setelah pemilik konveksi datang untuk mencari sepeda motor yang dipinjam sejak 30 Desember itu. Namun, kini motor tersebut hilang berbarengan dengan tidak diketahuinya keberadaan Wowon," kata Nanang, kakak Ai Maemunah.

Pengakuan Bos Konveksi

Pemilik konveksi tersebut, Arif, mengatakan sengaja datang ke Cianjur untuk mencari motor yang ia pinjamkan kepada Wandi.

Bagi Arif, Wandi sudah seperti adik sendiri karena anaknya baik dan jujur. Selain mencari motor, Arif juga ingin bertemu Wandi karena sejak tanggal 30 Desember izin tak masuk kerja.

Mereka juga mendapat kabar jika awal tahun Wandi akan masuk kembali bekerja namun tak kunjung masuk kerja.

"Setelah menelepon temannya saya mendapat alamat di Cianjur ini, namun kini kami juga sangat bersedih karena Wandi sudah meninggal," kata Arif.

Arif mendapat kabar bahwa motor Scoopy yang semula dibawa Wandi kini hilang bersamaan dengan menghilangnya Wowon ayah tiri Wandi.

"Jadi setelah ayah tirinya menghilang ada dua motor yang hilang yang semula dipakai Wandi dan Ridwan, yakni Scoopy dan BeAT," kata Arif mengutip keterangan dari keluarga Wandi di Cianjur.

Arif mengatakan ia sempat mengecek ke pabrik tempat kakaknya Wandi bekerja sebelum ke Cianjur. Namun ia mendapat kabar bahwa Ridwan juga sudah keluar dari pabrik di Kopo, Bandung, sejak tanggal 6 Januari.

"Tambah sedih lagi karena selain Wandi, Ridwan dan ibunya juga ditemukan meninggal dunia keracunan," katanya.

Setelah mengetahui kejadian tersebut, ia berniat melaporkan kehilangan motor Scoopy berpelat nomor T 5386 RK yang semula dibawa Wandi dan kini hilang bersamaan dengan menghilangnya Wowon ayah tiri Wandi.

kumparan post embed