2 Orang Tewas dalam Penembakan di Selandia Baru Jelang Piala Dunia Wanita FIFA
·waktu baca 2 menit

Insiden penembakan massal terjadi di pusat Kota Auckland, Selandia Baru, beberapa jam sebelum pelaksanaan Piala Dunia Wanita FIFA dimulai pada Kamis (20/7) malam waktu setempat.
Dikutip dari BBC, dua orang korban beserta pelaku penembakan tewas di lokasi kejadian. Sementara enam orang lainnya —termasuk aparat kepolisian, mengalami luka-luka.
Peristiwa tersebut berlangsung pukul 19.22 di sebuah lokasi konstruksi di jalan Queen Street yang ramai.
Polisi mengatakan, awalnya mereka menerima laporan dari warga soal adanya seseorang yang melepaskan senjata api di dalam lokasi konstruksi.
Pria bersenjata itu, sambung mereka, menjalankan aksinya dari dalam gedung dan terus menembaki orang-orang di sekitarnya dengan menggunakan senapan.
Dia sempat berusaha kabur dengan cara memasuki lift, tetapi polisi tetap mengejarnya. "Tembakan lebih lanjut dilepaskan oleh pria tersebut dan dia ditemukan tewas beberapa saat kemudian," jelas polisi.
Secara terpisah, Perdana Menteri Selandia Baru Chris Hipkins mengatakan, insiden penembakan ini tidak dikategorikan sebagai tindakan terorisme.
"Tidak ada motif politik atau ideologi untuk serangan itu yang telah diidentifikasi," jelas Hipkins.
Menanggapi kasus ini, Hipkins memastikan polisi telah menetralisir adanya ancaman serupa dan meyakini tidak ada risiko lebih lanjut di daerah tersebut.
"Turnamen akan tetap berjalan sesuai rencana," tutur dia. Setelah penembakan terjadi, tampak rombongan polisi bersenjata dalam jumlah besar berjaga di sekitar distrik pusat bisnis itu.
Para Atlet Wanita Pemain Piala Dunia FIFA Aman
Selain itu, Wali Kota Auckland Wayne Brown juga memastikan seluruh personel FIFA dan tim sepak bola wanitanya sudah diperiksa dan dalam keadaan aman.
"Saya tidak ingat kejadian seperti ini pernah terjadi di kota kita yang indah ini. Kejadian pagi ini sangat tragis dan menyedihkan bagi semua warga Auckland, karena ini bukanlah sesuatu yang biasa kita alami," cuit Brown di Twitter.
FIFA juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban tewas. Mereka menekankan, saat ini sedang menjalin komunikasi dengan otoritas Selandia Baru dalam peningkatan keamanan selama pertandingan berlangsung.
"Tim-tim yang berpartisipasi di dekat insiden ini didukung sehubungan dengan dampak yang mungkin terjadi," ungkap FIFA.
Insiden ini terjadi bertepatan pada hari pembukaan Piala Dunia Wanita FIFA yang akan diadakan antara Selandia Baru versus Norwegia. Ajang sepak bola bergengsi yang ke-9 itu diselenggarakan bersama Selandia Baru dan Australia.
