2 Relawannya Dianiaya di Boyolali, Ganjar Minta Tak Ada Lagi Main Hakim Sendiri

Capres nomor urut 03, Ganjar Pranowo, menjenguk dua relawannya yang mengalami penganiayaan di Boyolali. Keduanya kini tengah dirawat di RSUD Pandan Arang, Boyolali, Jawa Tengah.
Mantan Gubernur Jawa Tengah itu menyebut bahwa langkahnya dengan menjenguk relawan merupakan bentuk pertanggungjawabannya kepada pendukung.
"Saya datang ke sini sebagai pertanggungjawaban, karena dia pendukung saya," ujarnya kepada wartawan di RSUD Pandan Arang, Boyolali, Jawa Tengah, Minggu (31/12).
"Tapi saya juga ingatkan kepada pendukung saya, juga semuanya tertib mengikuti seluruh aturan," ucapnya.
Ganjar yang turut ditemani istrinya, Siti Atikoh, juga menuturkan bahwa pihaknya menanggung sepenuhnya biaya pengobatan bagi relawannya tersebut.
"Sudah, kami tanggung semua. Sudah diurus sama teman-teman. Teman-teman di Boyolali kompak, soal seperti itu langsung dibereskan," terangnya.
Ke depan, Ganjar berharap kasus seperti ini tidak terulang kembali. Ia pun menekankan bahwa ke depan tidak ada aparat yang dapat bersikap semena-mena dan main hakim sendiri.
"Saya kira ini peringatan untuk siapa pun, ya, kalau ada yang melanggar, kasih pada aparat yang harus menangani. Tidak ada cerita main hakim sendiri," ucapnya.
"Ini cerita rakyat yang harusnya bisa diingatkan, siapa pun tidak boleh mengatasnamakan apa pun dengan semena-mena. Saya kira hanya pengadilan yang bisa memutuskan dengan baik agar ini jadi peringatan untuk kita semua," pungkasnya.
Peristiwa penganiayaan tersebut terjadi pada Sabtu (30/12) sekitar pukul 11.19 WIB di depan Markas Kompi B Yonif Raider 408/Sbh Jalan Perintis Kemerdekaan Boyolali.
15 orang anggota TNI Raider 408/Sbh masih diperiksa terkait kasus penganiayaan ke relawan Ganjar-Mahfud MD. Penyelidikan sementara, penyebabnya terganggu knalpot brong.
Hal itu diungkap Dandim 0724/Boyolali, Letkol inf Wiweko Wulang Widodo dalam konferensi pers di Makodim Boyolali, Minggu (31/12).
