25 Anak di DKI Meninggal, Pemicu Gangguan Ginjal Misterius Diduga Long COVID

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Gangguan Ginjal pada Anak.
 Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Gangguan Ginjal pada Anak. Foto: Shutterstock

Sebanyak 25 dari 42 anak di Jakarta yang alami gangguan ginjal misterius meninggal dunia. Mereka rata-rata balita.

Yang dimaksud gangguan ginjal misterius adalah kondisi ginjal tiba-tiba tidak dapat menyaring limbah dari darah dan tanpa diketahui penyebab utamanya.

Lantas apa penyebabnya?

Dinkes DKI menjelaskan, penyebab pasti dari gangguan ginjal misterius ini belum diketahui atau masih diinvestigasi. Namun salah satunya long COVID.

"MIS-C (Multisystem Infommatory Syndrome in Children) diduga berkaitan dengan penyebab gangguan ginjal pada serial kasus ini. Namun adanya kemungkinan penyebab lain harus dicari," demikian keterangan Dinkes DKI, dikutip Jumat (14/10).

MIS-C adalah komplikasi yang dapat muncul pada pasien COVID-19 anak. Terjadinya peradangan di berbagai sistem organ, termasuk ginjal.

Kemungkinan penyebab lainnya antara lain:

Penyebab infeksi ini yang sudah terdeteksi adalah infeksi:

  • Laptospirosis

  • Influenzae

  • Parainfluenzae

  • Virus CMV

  • Virus HSV

  • Bocavirus

  • Legionella

  • Shigella

  • e-Coli

Apa saja gejala anak pengidap gangguan ginjal misterius?

  • Gejala awal: Demam, diare, batuk dan muntah

  • Gejala lanjutan: Jumlah Urine dan BAK berkurang, badan membengkak, penurunan kesadaran, dan sesak napas.