Masa Tunggu Jemaah Haji Jadi 26 Tahun, Berikut Sebarannya Kuota per Provinsi

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
4
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Komisi VIII DPR RI menggelar rapat kerja bersama Kementerian Haji dan Umrah dengan agenda penentuan BPIH 2026 di gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (29/10/2025). Foto: Abid Raihan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Komisi VIII DPR RI menggelar rapat kerja bersama Kementerian Haji dan Umrah dengan agenda penentuan BPIH 2026 di gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (29/10/2025). Foto: Abid Raihan/kumparan

Indonesia mendapatkan 221.000 kuota untuk penyelenggaraan haji 2026 dari Kerajaan Arab Saudi. Untuk haji 2026 akan menjadi yang pertama dalam menerapkan penyamarataan masa tunggu berangkat haji, yakni 26 tahun.

Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang menjelaskan, kuota tersebut terbagi menjadi haji reguler dan haji khusus, sesuai Undang-Undang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah.

“Haji reguler sebanyak 92 persen dari 221.000 menjadi 203.320 jemaah. Haji reguler dibagi ke pembimbing KBIHU 685 orang, dan Petugas Haji Daerah (PHD) 1.050 orang. Maka reguler murni menjadi 201.585 orang,” ujar Marwan dalam rapat kerja bersama Kementerian Haji dan Umrah di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (29/10).

Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang memimpin rapat kerja Komisi VIII DPR RI bersama Kementerian Haji dan Umrah di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat pada Senin (27/10/2025). Foto: Youtube/ TV Parlemen

Adapun haji khusus berjumlah 8 persen atau sekitar 17.680 jemaah, sehingga total keseluruhan kuota Indonesia tahun 2026 mencapai 221.000 jemaah.

Kuota reguler yang berjumlah 203.320 jemaah tersebut kemudian dibagikan ke seluruh provinsi di Indonesia.

Sebaran kuota ini telah disetujui Komisi VIII saat rapat kerja bersama Panja Haji dari pemerintah di gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat pada Rabu (29/10).

Masa Tunggu 26 Tahun

Marwan mengatakan, penyamarataan masa tunggu haji juga akan diterapkan di seluruh provinsi menjadi 26 tahun, demi menciptakan keadilan bagi seluruh calon jemaah.

“Ada aspek keadilan, seluruh provinsi dan seluruh jemaah daftar tunggunya menjadi sama,” ujarnya.

Sebelumnya, masa tunggu keberangkatan jemaah haji bervariasi. Ada yang 15 tahun hingga 40 tahun. Dengan adanya perubahan ini, dampaknya terlihat pada kuota jemaah haji setiap provinsi.

Jemaah haji Kloter 7 Kabupaten Bandung saat mengambil koper di Debarkasi Kertajati Indramayu. (20/6/2025). Foto: Panji Asmara/kumparan

Berikut sebaran kuota haji 2026 per provinsi setelah masa tunggu disamaratakan jadi 26 tahun, berdasarkan data Komisi VIII DPR RI:

  1. Aceh: 5.426 jemaah

  2. Sumut: 5.913 jemaah

  3. Sumbar: 3.928 jemaah

  4. Riau: 4.682

  5. Jambi: 3.276

  6. Sumsel: 5.895

  7. Bengkulu: 1.354

  8. Lampung: 5.827

  9. DKI Jakarta: 7.819

  10. Jabar: 29.643

  11. Jateng: 34.122

  12. DI Yogyakarta: 3.748

  13. Jatim: 42.409

  14. Bali: 698

  15. NTB: 5.798

  16. NTT: 516

  17. Kalbar: 1.855

  18. Kalteng: 1.559

  19. Kalsel: 5.187

  20. Kaltim: 3.189

  21. Sulut: 402

  22. Sulteng: 1.753

  23. Sulsel: 9.670

  24. Sultra: 2.063

  25. Maluku: 587

  26. Papua, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan: 933

  27. Bangka belitung: 1.077

  28. Banten: 9.124

  29. Gorontalo: 608

  30. Malut: 785

  31. Kepulauan Riau: 1.085

  32. Sulbar: 1.450

  33. Papua Barat dan Papua Barat Daya: 447

  34. Kalimantan Utara: 489