27 Orang Tewas Dalam Demo Menuntut Presiden Venezuela Mundur

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
5
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Demo di Venezuela (Foto: REUTERS/Carlos Garcia Rawlins)
zoom-in-whitePerbesar
Demo di Venezuela (Foto: REUTERS/Carlos Garcia Rawlins)

Krisis ekonomi yang berkepanjangan di Venezuela menyebabkan rakyat meradang hingga turun ke jalan, menuntut Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, turun dari jabatannya. Maduro dianggap gagal menciptakan kesejahteraan bagi rakyat Venezuela.

Demo yang dimulai di Ibukota Caracas sejak awal April lalu, telah memakan banyak warga sipil. Setidaknya hingga Rabu (26/4) waktu setempat, Reuters melaporkan tewasnya 27 orang pendemo.

Langkanya bahan pangan akibat krisis ekonomi otomatis meningkatkan aksi kriminalitas di negara tersebut. Belakangan diketahui, militer pemerintah di bawah kepemimpinan Maduro dianggap bertanggung jawab karena mengkorupsi bahan makanan yang seharusnya dibagikan ke rakyat miskin.

Antrean warga di luar toko bangunan di Punto Fijo, Venezuela, untuk menjual barang-barang mereka.  (Foto: Reuters/Carlos Garcia Rawlins)
zoom-in-whitePerbesar
Antrean warga di luar toko bangunan di Punto Fijo, Venezuela, untuk menjual barang-barang mereka. (Foto: Reuters/Carlos Garcia Rawlins)

Mengetahui banyaknya ketimpangan di sistem pemerintahan, membuat rakyat turun ke jalan. Seorang pendemo bernama Ricardo Ropero mengatakan bahwa masyarakat sudah muak dengan gaya pemerintahan Maduro yang diktator.

"Saya ingin semuanya berakhir, kelaparan, pembunuhan, korupsi, penyakit merajalela. Kami akan tetap bertahan di jalan hingga semuanya berubah, kamilah mayoritas," teriaknya di tengah gelombang protes di Caracas.

Demo di Venezuela (Foto: REUTERS/Carlos Garcia Rawlins)
zoom-in-whitePerbesar
Demo di Venezuela (Foto: REUTERS/Carlos Garcia Rawlins)

Meski masyarakat sudah menyatakan 'perang', Maduro rupanya bersikukuh untuk mempertahankan pemerintahan yang dia pimpin. Dia mengerahkan kekuatan militer, kelompok militan hingga preman, untuk mengamankan posisinya di pucuk pemerintahan tertinggi di Venezuela.

Baca juga: Aksi Protes Warga Venezuela Menuntut Turunnya Nicolas Maduro

Maduro bahkan menuduh anggota parlemen oposisi Jose Guerra dan Tomas Guanipa menjadi pelaku utama beberapa aksi kerusuhan di Karakas, Ibu Kota negeri tersebut, sebuah hal yang belum terbukti kebenarannya hingga saat ini.

Demo di Venezuela (Foto: REUTERS/Carlos Garcia Rawlins)
zoom-in-whitePerbesar
Demo di Venezuela (Foto: REUTERS/Carlos Garcia Rawlins)

Tindakan Maduro yang dianggap menyengsarakan rakyat mendapat reaksi dari dunia internasional. Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson menyatakan keprihatinannya akan banyaknya korban sipil yang berjatuhan.

"Yang dilakukan Maduro merupakan pelanggaran konstitusi. Hal ini hanya akan membuat pihak oposisi kehilangan banyak suara," ujar Tillerson dalam sebuah pernyataan.

Baca juga: Militer Venezuela Korupsi Sembako di Tengah Krisis Kelaparan