Kumparan Logo
Jokowi tinjau simulasi pemberian vaksinasi COVID-19
Presiden Joko Widodo usai meninjau simulasi pemberian vaksinasi COVID-19, di Puskesmas Tanah Sareal, Kota Bogor, Jawa Barat, Rabu (18/11).

3 Amanat Jokowi Soal Penahanan Rizieq: Aparat Jangan Mundur, Libatkan Komnas HAM

kumparanNEWSverified-green

Presiden Joko Widodo usai meninjau simulasi pemberian vaksinasi COVID-19, di Puskesmas Tanah Sareal, Kota Bogor, Jawa Barat, Rabu (18/11). Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Joko Widodo usai meninjau simulasi pemberian vaksinasi COVID-19, di Puskesmas Tanah Sareal, Kota Bogor, Jawa Barat, Rabu (18/11). Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden

Presiden Jokowi buka suara terkait ramai sorotan publik terhadap kasus pelanggaran protokol kesehatan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Syihab.

Apa saja amanat Jokowi untuk aparat penegak hukum terkait kasus Habib Rizieq?

  • Tak Boleh Semena-mena Langgar Hukum

Jokowi berbicara mengenai tewasnya 6 orang pengawal Rizieq buntut dari bentrok dengan Polisi di Tol Cikampek KM 50 beberapa hari lalu.

kumparan post embed

Jokowi menegaskan Indonesia adalah negara hukum. Sehingga, hukum harus dipatuhi oleh seluruh warga dan tugas aparat untuk menegakkannya. Jokowi berujar, hukum ditegakkan untuk melindungi kepentingan masyarakat, bangsa dan negara.

Digaris bawahi Jokowi, tak boleh ada warga yang semena-mena dan melanggar hukum. Apalagi merugikan masyarakat dan membahayakan bangsa dan negara.

  • Libatkan Komnas HAM

Dalam insiden tewasnya 6 pengawal Rizieq, Jokowi menyinggung peran Komnas HAM. Menurut Jokowi, Komnas HAM perlu dilibatkan untuk memastikan penegakan hukum independen.

Nantinya, Jokowi menegaskan, masyarakat bisa menyampaikan pengaduannya terkait kasus itu ke Komnas HAM.

kumparan post embed

Lebih jauh, menurut Jokowi apabila ada perbedaan sudut pandang dalam penegakan hukum suatu kasus, maka proses peradilan harus dihargai. Ia meminta agar semua pihak menggunakan mekanisme: prosedur hukum, proses pengadilan dan menghargai keputusan pengadilan.

  • Aparat Tak Boleh Mundur

Jokowi meminta polisi tak gentar lantaran muncul suara yang menyangsikan tewasnya 6 pengawal Habib Rizieq lantaran baku tembak.

Kendati demikian, Jokowi mengingatkan polisi harus tetap mengedepankan HAM saat bertugas. Atas dasar itu, Jokowi meminta Polisi tak boleh mundur sedikit pun.

kumparan post embed

Pun, Jokowi meminta Polisi menggunakan kewenangannya secara wajar dan terukur. Sebab, Polisi kata Jokowi, dilindungi oleh hukum dalam menjalankan tugasnya.

Dari versi Polisi, pengawal Rizieq disebut menghalangi petugas bahkan menyerang menggunakan senjata tajam dan senpi ketika mengawal Rizieq.

Keterangan berbeda datang dari pihak Rizieq, Sekretaris FPI Munarman membantah pengawal Rizieq memiliki senjata tajam maupun senpi. Kini pembentukan independen didesak sejumlah pihak untuk mengusut kebenaran insiden itu.

***

Saksikan video menarik di bawah ini.