Jokowi Minta Komnas HAM Dilibatkan Ungkap Kasus Tewasnya 6 Pengawal Rizieq

Presiden Jokowi akhirnya buka suara terkait kasus tewasnya 6 pengawal Imam Besar FPI Habib Rizieq Syihab di Tol Cikampek belum lama ini. Ia menilai, apabila ada perbedaan sudut pandang dalam penegakan hukum suatu kasus, maka proses peradilan harus dihargai.
"Dan jika ada perbedaan pendapat, biasanya ada, jika ada perbedaan pendapat tentang proses penegakan hukum saya mita agar menggunakan mekanisme. Ikuti prosedur hukum, ikuti proses peradilan, hargai keputusan pengadilan," kata Jokowi di Istana Bogor, Minggu (13/12).
Jokowi kemudian menyinggung peran Komnas HAM. Mereka perlu dilibatkan untuk memastikan penegakan hukum independen.
"Jika perlu, jika memerlukan keterlibatan lembaga independen kita memiliki Komnas HAM. Di mana masyarakat bisa sampaikan pengaduannya," tutur dia.
"Sekali lagi saya tegaskan kita harus menjaga tegaknya keadilan dan kepastian hukum di negara kita, menjaga pondasi bagi kemajuan Indonesia," tutupnya.
Sebelumnya, baku tembak polisi di Tol Cikampek menewaskan 6 pengawal Habib Rizieq pada Senin (7/12) dini hari. Polisi menyebut pengawal lebih dulu memepet mobil mereka saat sedang menyelidiki infomasi adanya penyerahan massa.
Di sisi lain, FPI menyebut rombongan pengawal Habib Rizieq yang lebih dulu dipepet oleh mobil yang mereka tak ketahui siapa isinya.
Keenam pengawal Rizieq akhirnya dimakamkan. 5 Dimakamkan di Megamendung, Bogor, dan 1 lagi dimakamkan di Jakarta.
