3 Bulan Lalu Asep Rahmat Fajar Alami Pecah Pembuluh Darah Otak

Staf ahli kantor kepresidenan Asep Rahmat Fajar meninggal dunia pagi tadi karena stroke. Asep sebelumnya pada 3 bulan yang lalu sempat mengalami pecah pembuluh darah di bagian otak depan.
Bercerita soal kesehatan Asep, semasa hidup almarhum dikenal sebagai sosok yang memberlakukan gaya hidup sehat. Ia termasuk rajin berolahraga, asupan makanannya pun dijaga.
“Selama ini dia pola hidup sehat tapi mungkin beban pekerjaan terlalu berat,” kata sahabat Asep, Hasril Hermnto saat dihubungi kumparan, Rabu (4/1).
Hasril adalah kawan seperjuangan Asep di Masyarakat Pemantau Peradilan Indonesia (MAPPI). Ia menjelaskan, Asep menderita stroke sejak 3 bulan yang lalu.

“Beberapa bulan sebelumnya , sekitar 3 bulan yang lalu dia pernah dibawa ke rumah sakit karena penyumbatan pembuluh darah di otak depan. Sempat diterapi rutin juga,” bebernya.
Hari ini Asep menghembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit MMC, Kuningan, Jakarta Selatan karena penyakitnya tersebut. Menurut rencana, jenazah Asep akan dikebumikan di TPU Menteng Pulo siang ini.
Selama hidupnya, menurut Hasril, Asep dikenal sebagai sosok pekerja keras. Dedikasinya untuk perbaikan system peradilan di Indonesia besar sekali.
“Ia sedang menjabat sebagai staf ahli kepresidenan. Setahun terakhir, Ia menyusun kebijakan reformasi hukum Jokowi,” tuturnya.

