3 Mobil Dipindahkan dari Rumah Usai Ada OTT KPK, Noel Ebenezer: Anak Saya Takut
ยทwaktu baca 3 menit

KPK menyatakan terdapat tiga unit mobil yang dipindahkan dari rumah dinas eks Wamenaker, Immanuel Ebenezer atau Noel. Mobil itu diduga sempat dipindahkan oleh orang dekat Noel usai operasi tangkap tangan (OTT) KPK.
Noel membantah bahwa mobil itu disembunyikan. Dia menyebut bahwa mobil dipindahkan anaknya karena ketakutan.
"Enggak, enggak kita umpetin, kita akan kembalikan. Ya wajar ya anak-anak saya pada ketakutan," ujar Noel kepada wartawan, usai diperiksa sebagai tersangka kasus pemerasan sertifikasi K3 Kemnaker, di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (2/9).
Noel tak membeberkan lebih lanjut terkait keberadaan mobil tersebut saat ini. Namun, ia mengaku salah dan menyesal atas perbuatannya.
"[Diperiksa] soal pengembalian mobil. Karena kita sangat kooperatif sekali dengan penyidik. Karena kita juga mendukung apa yang dilakukan KPK, dan saya juga mengaku salah," tutur dia.
"Dan mereka menghormati sikap saya yang gentle mengakui kesalahan saya. Jadi, ini penyesalan dalam hidup saya," imbuhnya.
Adapun tiga unit mobil yang dipindahkan dari rumah dinas Noel tersebut yakni Land Cruiser, Mercy, dan BAIC. Teranyar, satu dari tiga unit mobil telah diserahkan ke KPK.
"Terkait dengan pencarian tiga kendaraan, satu kendaraan sudah diantarkan ke KPK dan KPK masih mencari, menelusuri dua kendaraan lainnya," ujar juru bicara KPK, Budi Prasetyo, kepada wartawan, Selasa (2/9).
Akan tetapi, Budi belum bisa membeberkan siapa pihak yang mengantarkan satu mobil tersebut. Ia hanya menyebut, mobil yang telah diserahkan yakni berjenis Land Cruiser.
"Untuk yang mengantarkan kami belum bisa sebut, yang pasti pihak terkait. Kemudian yang sudah diantarkan untuk jenis kendaraan Land Cruiser," terang dia.
Rumah dinas Noel itu telah digeledah KPK pada Selasa (26/8) lalu. Dari penggeledahan itu, KPK menyita satu unit mobil Toyota Alphard dan empat handphone.
Tim penyidik menemukan empat handphone itu di bagian plafon rumah. Temuan ini tengah didalami KPK.
Terkait hal itu, Noel mengaku empat unit handphone tersebut bukan miliknya, melainkan milik pembantunya.
Kasus Pemerasan Sertifikasi K3 di Kemnaker
Kasus ini terungkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) KPK pada Rabu (20/8) malam. Dalam OTT itu, KPK sempat mengamankan sebanyak 14 orang. Sebanyak 11 di antaranya, termasuk Noel, telah ditetapkan sebagai tersangka.
Dalam konferensi pers pengungkapan kasus tersebut, KPK mengungkapkan bahwa pemerasan ini terjadi pada 2019-2024.
KPK menjelaskan bahwa dalam proses penerbitan sertifikat tersebut, harganya dibuat mahal dan uangnya mengalir ke sejumlah pejabat. Nilainya tak tanggung-tanggung, yakni mencapai Rp 81 miliar.
Di balik itu, ada ASN Kemnaker yang menjadi pihak penerima uang paling banyak, yakni Rp 69 miliar. Dia diduga sebagai otak pemerasan ini. Sosok tersebut yakni Irvian Bobby Mahendro (IBM) selaku Koordinator Bidang Kelembagaan dan Personel K3 tahun 2022 sampai dengan 2025.
Uang tersebut digunakannya untuk belanja, hiburan, DP rumah, hingga setoran tunai kepada sejumlah pihak. Irvian juga diduga menggunakan uang itu untuk membeli mobil mewah.
Sementara Noel diduga mendapat jatah Rp 3 miliar dan motor Ducati Scrambler. Uang itu diterimanya pada Desember 2024 atau 2 bulan setelah dilantik menjadi Wamenaker.
Setelah ditetapkan sebagai tersangka, Noel juga menyampaikan permohonan maafnya kepada sejumlah pihak. Noel juga membantah telah di-OTT KPK. Dia juga menyebut kasus yang menjeratnya bukanlah terkait pemerasan.
Noel berharap mendapat amnesti dari Presiden Prabowo Subianto usai dijerat sebagai tersangka oleh KPK.
Kini, Noel telah diberhentikan oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai Wamenaker.
