4 Fakta Cile, Negara yang Gagal Dikunjungi Ratna Sarumpaet

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Illustrasi ibu kota Chile, Santiago. (Foto: Instagram/@ santiagodechile.cl)
zoom-in-whitePerbesar
Illustrasi ibu kota Chile, Santiago. (Foto: Instagram/@ santiagodechile.cl)

Setelah Ratna Sarumpaet mengaku di depan publik atas penyebaran hoaks yang dilakukannya, Ratna akan terbang menuju Cile pada, Kamis (4/9) kemarin. Belum sempat berangkat, Ratna kemudian dijadikan tersangka dan dicegah di Bandara Soekarno-Hatta.

Ratna berencana terbang ke Cile untuk menghadiri sebuah konferensi internasional. Dalam keberangkatannya ini Ratna disponsori oleh Pemprov DKI.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, pengusulan dan permintaan agar Ratna dapat pergi ke Cile sebagai pembicara di Women Playwrights International itu sudah dilakukan sejak bulan Februari.

Keberangkatan Ratna Sarumpaet sebagai penulis naskah ini akhirnya batal. Lalu seperti apa Cile yang gagal dikunjungi Ratna? Berikut fakta-fakta Cile mulai dari seni hingga bertahan dari gempa.

Kota Penuh Warna, Valparaíso

Valparaíso, Cile (Foto: Instagram/@valpoadentro)
zoom-in-whitePerbesar
Valparaíso, Cile (Foto: Instagram/@valpoadentro)

Untuk sampai ke Kota Valparaíso butuh waktu 2 jam dari Santiago, ibu kota Cile. Dilansir The Guardian, Jumat (5/10), kota ini ditetapkan UNESCO sebagai warisan dunia pada 2003 lalu. Di kota ini, grafiti menghiasi dinding-dinding. Mengubah kota ini menjadi berwarna dan patut untuk dikunjungi jika berlibur ke Cile.

Seniman lokal menjadikan kota ini sebagai kanvas mereka untuk menuangkan karya seninya. Bisnis lokal mewadahi para seniman ini. Seniman terbaik akan dibayar atas karya seninya.

Melarang Penggunaan Plastik

Cile menjadi negara Amerika Selatan pertama yang melarang penggunaan kantong plastik. Aturan ini diberlakukan karena Cile menggunakan kantong plastik sebanyak 3,4 juta per tahun.

Sebagian besar dari sampah plastik ini kemudian mencemari perairan laut. Pemberlakuan larangan penggunaan kantong plastik ini diputuskan sejak Juni 2018.

Dalam penerapannya, toko-toko kecil diberikan waktu dua tahun untuk beradaptasi sebelum pemberlakuan total atas larangan kantong plastik ini. Namun, dalam masa penyesuaiannya mereka hanya diperbolehkan memberikan dua kantong plastik kepada pelanggan.

Peraturan berbeda diberikan kepada perusahaan besar dan supermarket. Keduanya hanya diberikan waktu enam bulan untuk beradaptasi dengan aturan ini.

"Ini adalah langkah positif," ujar Flavia Liberona, Direktur Kelompok Lingkungan Teramm seperti dikutip dari The New York Times.

Melegalkan Aborsi

Demontrasi terkait aborsi di Chile. (Foto: AFP PHOTO / Martin Bernetti)
zoom-in-whitePerbesar
Demontrasi terkait aborsi di Chile. (Foto: AFP PHOTO / Martin Bernetti)

Cile akhirnya melegalkan aborsi pada Agustus 2017 lalu setelah disetujui oleh Kongres Nasional. Organisasi reproduksi di Cile manyatakan ada sekitar 70.000 aborsi ilegal dilakukan di Cile setiap tahunnya.

Meski Kongres Nasional memperbolehkan aborsi, namun aborsi hanya diperbolehkan dalam kasus tertentu. Aborsi dilegalkan hanya untuk korban pemerkosaan, alasan kesehatan, dan cacat, seperti dilansir VOA, Jumat (5/10).

Peraturan ini dianggap tidak cukup oleh para wanita di Cile. Mereka menuntut agar aborsi dilegalkan sepenuhnya. Menurut mereka aborsi merupakan bentuk kebebasan Hak Asasi Manusia.

Bertahan di Tengah Guncangan Gempa

Pada 2015 lalu, Cile diguncang gempa berkekuatan 8,4 Magnitudo yang disusul dengan gelombang tsunami.

Bencana ini terjadi di malam hari dan menyapu pemukiman warga di sepanjang pesisir laut. Hebatnya, dalam bencana ini hanya memakan korban 13 orang. Hal ini bisa terjadi berkat simulasi gempa yang dilakukan Cile.

Simulasi ini dilakukan oleh kantor urusan kemanusiaan PBB dan Kelompok Penasihat Search and Rescue International (Insarag). Simulasi ini dilakukan setelah gempa besar terjadi di Armenia dan Meksiko.

Tidak hanya itu, Cile juga memiliki sirine yang akan memberitahukan warga akan peringatan gempa.