News
·
3 September 2020 12:29

4 Penggali Kubur di Aceh Temukan 'Harta Karun' Uang Logam Kuno

Konten ini diproduksi oleh kumparan
4 Penggali Kubur di Aceh Temukan 'Harta Karun' Uang Logam Kuno (96090)
Penggali kubur di Aceh, menemukan uang logam kuno. Foto: Dok. Istimewa
'Kring-kring', suara itu terdengar aneh oleh empat orang pria saat sedang menggali tanah kuburan. Tak seperti biasanya, bunyi itu muncul dari dalam tanah.
ADVERTISEMENT
Sekop salah seorang dari penggali kubur terganjal sesuatu, mereka mengira itu adalah batu lantaran terasa keras.
Tanah yang digali semakin dalam, suara itu terdengar semakin nyaring pula. Keempat pria tadi semakin penasaran dan terus menggali tanah kuburan tersebut buat seseorang yang meninggal. Di kedalaman sekitar satu meter, sebuah benda ditemukan berbungkus hitam.
Bungkusan itu terasa berat mereka lalu mengangkatnya ke atas, setelah dibuka ternyata berisi pecahan uang logam. Uang kuno diduga peninggalan masa lampau.
Benda ini ditemukan keempat penggali kubur yang bernama Bukhari, Rusli, Imran, dan Abdullah, ketika mereka sedang menggali kuburan untuk pemakaman salah seorang warga yang meninggal dunia di Desa Deah Pangwa, Kecamatan Trienggadeng, Pidie Jaya, pada Minggu (30/8) lalu.
ADVERTISEMENT
“Sekarang uangnya sudah saya amankan di rumah,“ kata Tgk Munawir, imam masjid desa setempat, saat menceritakan temuan itu pada kumparan, Kamis (3/9).
Munawir mengatakan, pecahan uang logam yang dinilai keluaran sekitar 140 tahun silam itu berjumlah sebanyak 200 keping, dengan berat sekitar 2 kilogram.
Uang ini ditemukan di tanah kebun ahli waris Tgk Raden saat menggali kubur untuk pemakaman almarhum Ainol Marziah.
“Rencana kita uang ini nantinya akan dikembalikan kepada keluarga pemilik tanah,” ujarnya.
Tgk Munawir menuturkan, tulisan yang tertera di dalam uang logam tersebut berbeda-beda, begitu juga dengan tahun keluarannya. Sedikit sulit terbaca karena uangnya sudah berkarat.
“Ada beberapa yang masih bisa terbaca seperti, Peso 2 T Erado tahun 1891, Queen Victoria  tahun 1883, British Lorth Borneo tahun 1880, dan One Cent tahun 1873,” tuturnya. ***
ADVERTISEMENT
(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)