40 Jam Lebih Hilang Kontak, Relawan MER-C Indonesia di Gaza Beri Kabar via SMS

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
5
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Warga Palestina berdiri di luar Rumah Sakit Indonesia di Beit Lahia di Jalur Gaza utara pada 13 Januari 2016. Foto: Mohammed Abed/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Warga Palestina berdiri di luar Rumah Sakit Indonesia di Beit Lahia di Jalur Gaza utara pada 13 Januari 2016. Foto: Mohammed Abed/AFP

Kabar baik muncul di tengah kesengsaraan akibat gempuran masif pasukan penjajah Israel di Jalur Gaza. Tiga relawan lembaga medis & kemanusiaan MER-C Indonesia yang telah hilang kontak selama lebih dari 40 jam akhirnya bisa mengirimkan kabar.

Dalam sebuah pesan SMS, ketiga relawan MER-C yang bertugas di Gaza — Farid Zanzabil, Reza Aldila, dan Fikri, mengatakan mereka dalam keadaan baik.

Informasi tersebut diungkap MER-C dalam keterangan tertulis dan postingannya di Instagram, Minggu (29/10).

"Selama hilang kontak lebih dari 40 jam sejak Jumat 27 Oktober 2023 pukul 14.00 WIB, pada hari ini Minggu 29 Oktober 2023, sekitar pukul 10.00 WIB, staf lokal MER-C di Gaza mengabarkan melalui pesan singkat bahwa mereka termasuk 3 relawan Indonesia dalam keadaan baik," bunyi pernyataan MER-C.

Kerusakan di bagian dalam RS Indonesia, Jalur Gaza, akibat serangan Israel di sekitar rumah sakit. Foto: Instagram/@mercindonesia

Pengelola Rumah Sakit Indonesia (RSI) di bagian utara Gaza tersebut mengatakan, ketiga relawan dalam keadaan baik dan masih memiliki persediaan makanan.

"Assalamu'alaikum. Akhi kami dalam keadaan baik Alhamdulillah, Syabab (ketiga anak Fikri, Reza, Farid) juga baik. Semua mereka baik, jangan khawatir," demikian bunyi pesan SMS yang diterima MER-C.

"Alhamdulillah Rumah Sakit Baik. Dan kami masih ada makanan," tambahnya.

Bersama dengan postingan MER-C Indonesia di Instagram, terlihat kondisi bagian dalam RSI yang mengalami kerusakan akibat serangan Israel di sekitar rumah sakit itu.

Kerusakan di bagian dalam RS Indonesia, Jalur Gaza, akibat serangan Israel di sekitar rumah sakit. Foto: Instagram/@mercindonesia

Tampak suasana gelap gulita tanpa dialiri listrik, plafon ambruk ke lantai dan beberapa bagian gedung rusak. Sehingga, rumah sakit yang mulai beroperasi sejak 2015 itu tidak dapat melakukan aktivitas medis sebagaimana mestinya.

Lebih lanjut, pihak MER-C mengatakan, saat ini komunikasi dengan ketiga relawannya hanya bisa dilakukan via pesan SMS saja — tidak disebutkan pula di mana lokasi mereka saat ini. "Kami belum dapat berbicara melalui telepon sehingga informasi yang didapat masih sangat terbatas," tambahnya.

Adapun kabar menghilangnya ketiga relawan MER-C dilaporkan sejak Jumat (27/10). Mereka diketahui selalu rutin memberi update kondisi di Gaza melalui media sosial.

Namun, pemutusan layanan komunikasi dan internet yang dilakukan Israel sejak hari itu telah mengakibatkan jutaan orang di Gaza terisolir dan menyulitkan para relawan kemanusiaan bertugas.

embed from external kumparan
kumparan post embed