43 Sekolah Ditutup, Jakarta Tetap Laksanakan PTM Terbatas 100%

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di SMAN 20, Jakarta Pusat Senin (3/1). Foto: Nugroho GN/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di SMAN 20, Jakarta Pusat Senin (3/1). Foto: Nugroho GN/kumparan

Daftar sekolah yang ditutup setelah penemuan kasus COVID-19 saat PTM 100% semakin bertambah. Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria mengatakan, sudah ada 43 sekolah yang ditutup sejak pelaksanaan PTM 3 Januari lalu.

“Sampai dengan 18 januari jam 10.00 WIB, ada 43 sekolah (yang ditutup). Dari 43 sekolah itu yang terpapar itu peserta didiknya ada 67, pendidik ada 2, tenaga pendidik ada 3. Jadi total 72 orang,” kata Riza kepada wartawan di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (19/1).

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Riza Patria di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (18/1). Foto: Haya Syahira/kumparan

Dari 43 sekolah tersebut, saat ini sudah ada 28 sekolah yang kembali dibuka setelah menjalani lockdown sementara.

“Hari ini yang masih tutup tinggal 15 sekolah,” tambah Riza.

Sebelumnya, kebijakan untuk melakukan penutupan sementara ini diatur dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri tentang Panduan Penyelenggaraan Pendidikan Pembelajaran di Masa Pandemi untuk tahun ajaran 2022.

Untuk sekolah dengan kasus positif di bawah 5 persen maka akan dilakukan penutupan selama 5 hari, sedangkan jika temuannya sudah di atas 5 persen maka akan dilakukan lockdown selama 14 hari.