43 Warga Sekolah di Kota Tangsel Terkena Corona selama Pembelajaran Tatap Muka

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany saat kunjungan ke Sekolah Dasar (SD). Foto: Pemkot Tangerang Selatan
zoom-in-whitePerbesar
Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany saat kunjungan ke Sekolah Dasar (SD). Foto: Pemkot Tangerang Selatan

Dinas Pendidikan Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mencatat 43 warga sekolah terkena corona selama Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Total kasus itu terdata sejak 28 September hingga 31 Oktober 2021.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangsel, Taryono, mengatakan, sebaran corona itu hampir ada di jenjang sekolah mulai dari SD hingga SMP.

"Angka itu rata dari berbagai jenjang, ada yang dari SD, SMP dan pegawai sekolah," kata Taryono kepada wartawan, Selasa, (2/11).

Ia menegaskan belum ada penutupan sekolah terkait dengan penemuan kasus tersebut. Meski begitu, PTM hanya ditunda di kelas-kelas yang siswanya positif corona.

"Saat ada kasus itu, kita hanya tunda proses belajar mengajar di kelas yang terpapar, sedangkan kelas yang lain tetap beraktivitas belajar mengajar," imbuhnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangsel, Allin Hendallin Mahdaniar, mengatakan, hingga saat ini pihaknya masih terus melakukan proses testing dan tracing pada warga sekolah, dari murid, guru, pegawai kebersihan hingga penjaga di sekolah.

"Kita terus lakukan tracing dan testing. Dan untuk 43 kasus itu, tidak semuanya terjadi pada murid, tapi ada juga petugas kebersihan, atau guru," ujar Allin.

Ia menambahkan, warga sekolah yang terkena corona itu sebagian sudah sembuh. Sebagian lainnya masih menjalani isolasi mandiri.

"Sebagian sudah sembuh, dan ada juga yang masih isolasi, baik di tempat rumah lawan COVID-19 atau kediaman masing-masing. Dan dari temuan itu, mereka semua masuk di kategori OTG," ujarnya.

Ia mengimbau agar masyarakat tetap bisa menjaga protokol kesehatan terutama menggunakan masker, mencuci tangan, dan hindari kerumunan.

"Kami sangat imbau agar prokesnya jangan sampai lalai, agar kita bisa tekan laju pertumbuhan COVID-19," ungkapnya.

embed from external kumparan