46 Prajurit TNI AD, dari Sertu hingga Letjen, Akan Kuliah di UGM

TNI AD dan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta mengadakan kerja sama di bidang pendidikan. Sebanyak 46 prajurit TNI AD, dari pangkat Sersan Satu hingga Letnan Jenderal, akan berkuliah di UGM.
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa menjelaskan kerja sama ini telah dibicarakan sejak Juli 2019. Para prajurit tersebut akan kuliah di lima jurusan, baik S2 maupun S3.
“Karena memang masanya. Kami memerlukan perwira, bintara, tamtama yang harus punya wawasan lebih bagus. Karena kompleksitas dalam tugas kami ini, pasti harus kami geluti. Dengan kami kemudian punya peluang untuk meningkatkan SDM dengan program-program pascasarjana, apalagi itu akan lebih bagus,” ujar Andika di kampus UGM, Yogyakarta, Jumat (10/1).
Andika menjelaskan ada empat prajurit TNI AD yang mengambil S3 prodi Kepemimpinan dan Inovasi Kebijakan. Sementara sisanya mengambil S2 dengan prodi Kepemimpinan dan Inovasi Kebijakan, Ketahanan Nasional, Hukum, Fisip, dan Cyber Security.
“Itu minat prajurit, sebetulnya bukan kami yang mendikte ini tergantung minat perwira bintara kami,” kata dia.
Dia menjelaskan sebenarnya ada 70 prajurit yang mendaftar di UGM, tetapi hanya 46 yang lolos. Nantinya, kata dia, 75 persen biaya pendidikan akan ditanggung TNI AD dan 25 persen ditanggung masing-masing prajurit. Mereka akan berkuliah mulai Februari.
Sementara itu, Rektor UGM Panut Mulyono menjelaskan menyambut baik dan berusaha agar semua lulusan UGM, termasuk dari TNI AD, memiliki pengetahuan tinggi. Sehingga nantinya mampu melaksanakan tugas kedinasan dan kemasyarakatan dengan baik.
“Kami mendambakan TNI sangat kuat di bidang keilmuan, tidak hanya dipersejantaan. Tetapi juga wawasan di bidang teknologi dan pengetahuan masa kini di era yang berubah begitu cepat,” ungkap Panut.
