5 Aksi Kapolda Sulsel Irjen Umar Septono yang Patut Jadi Teladan

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
8
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Irjen Pol Umar Septono. (Foto: Instagram @chairul_brandalz)
zoom-in-whitePerbesar
Irjen Pol Umar Septono. (Foto: Instagram @chairul_brandalz)

Sosok Irjen Umar Septono banyak menjadi perbincangan masyarakat lantaran aksi-aksinya yang terbilang tak biasa. Polisi berusia 55 tahun itu banyak disebut unik dan humanis oleh masyarakat.

Tahun 2017 lalu, polisi kelahiran Purbalingga tersebut resmi menjabat sebagai Kapolda Sulsel. Sebelumnya, ia tercatat pernah menjabat sebagai Kapolda NTB periode 2013-2015 dan kemudian menjadi Kakorsabhara Baharkam Polri tahun 2015.

Sebagai seorang polisi, Umar Septono terkenal dekat dengan masyarakat. Ia biasa dekat dengan masyarakat kelas bawah yang menjalani hidup dalam keterbatasan.

Selain kedekatannya itu, Umar Septono juga tercatat pernah mengapresiasi anggotanya yang berkontribusi pada masyarakat. Sekalipun ia pernah menjadi "korban" dari ketegasan anggotanya, ia tak menaruh dendam ataupun menghukum anggotanya.

Hal itulah yang membuat sosok Umar Septono patut dijadikan teladan. Berikut kumparan (kumparan.com) merangkum 5 aksi Umar Septono yang patut dijadikan teladan.

1. Apresiasi anggota yang stop kendaraannya untuk penyeberangan ibu-ibu

Pada Desember 2017 lalu, mobil dinas Umar Septono pernah distop oleh Polantas Polsek Mariso Bripka Arby Isnal saat tengah melaju. Bripka Arby menyetop mobil Kapolda Sulsel lantaran ingin memberi ruang jalan kepada ibu-ibu yang hendak menyeberang.

Bripka Arby tak mengetahui bahwa mobil yang ia stop adalah kendaraan milik Umar Septono. Kala itu, tak ada pengawalan khusus untuk Umar Septono.

video youtube embed

Meskipun diberhentikan oleh anggotanya sendiri saat melaju, Umar Septono justru mengapresiasi hal itu. Ia memberikan penghargaan pada anggota Polantas yang telah melayani masyarakat dengan baik tersebut.

Penghargaan ia berikan saat apel pagi di Polda Sulsel. Saat itu, terekam Umar Septono memuji aksi Bripka Arby di hadapan jajaran kepolisian lainnya Meski pada awalnya ia sempat disebut bagaimana bila dimutasi, tapi semua itu hanya bagian dari cara Umar Septono menguji kesetiaan anggotanya kepada masyarakat.

2. Memungut sampah

Jelang Natal dan tahun baru 2018 lalu, Umar Septono mengadakan inspeksi mendadak ke berbagai pasar di Kota Makassar. Di antara pasar yang ia kunjungi adalah Pasar Terong.

Di Pasar Terong, Umar menemui sejumlah sampah berserakan di jalan yang ia lalui. Ia pun kemudian memungut sampah tersebut tanpa sedikit pun rasa malu.

Menurut Umar, sampah-sampah tersebut haruslah diambil supaya pasar tidak kotor.

3. Memuliakan disabilitas

Pada suatu hari, Umar Septono melaksanakan salat berjemaah di Masjid Anny Mujahidah di Kelurahan Parang Tambung, Makassar. Selepas salat, Umar lalu menghampiri seorang bocah disabilitas. Ia pun langsung mencium tangan anak itu.

Bocah berbaju putih tersebut kaget melihat aksi Umar Septono. Begitu pun dengan warga yang berada di lokasi, mereka dibuat heran dengan aksi Umar Septono.

Menurut Kapolda Sulsel itu, orang dengan keterbatasan memiliki derajat lebih tinggi daripada dia di hadapan Tuhan. Ia pun mengapresiasi kesalehan anak tersebut yang tak lupa beribadah kepada Tuhan.

4. Gali liang lahat istri anggotanya yang meninggal

Pada suatu hari, masih dengan seragam dinas dan sebuah kopiah hitam di kepalanya, Umar Septono berjalan menuju sebuah pemakaman. Dengan satu sekop di tangannya, ia mulai memasuki liang lahat dan menggali tanah.

Penggalian tersebut ia lakukan bukan untuk keluarganya. Ia sukarela menggali kubur untuk PNS di Polda Sulsel yang sekaligus merupakan istri personel Polda Sulsel, Aiptu Sudarto.

video youtube embed

Sejumlah tumpukan tanah berhasil ia naikkan. Ia tak berhenti meski hitamnya tanah mengotori seragamnya itu.

Beberapa orang yang berada di lokasi sempat kaget melihat aksi Umar Septono. Mereka menanyakan mengapa Kapolda Sulsel itu mau turun tangan menggali kubur jenazah istri anggotanya.

5. Cium Tangan Pengemis

Pada suatu saat, Umar Septono tengah berkunjung ke Pasar Terong di Makassar untuk memantau harga kebutuhan pokok. Dalam perjalanannya kala itu, Umar mendapati sosok ibu tanpa kaki sedang mengemis di sekitaran pasar.

Umar kemudian bergegas mendatangi ibu-ibu tersebut. Ia lalu mencium tangan pengemis itu.

Aksi Umar tersebut sontak membuat kaget ratusan pedagang dan pengunjung pasar yang ada saat itu. Sebelumnya, Umar juga pernah melakukan aksi serupa.

Umar Septono dan seorang nenek (Foto: Instagram @polisi_indonesia)
zoom-in-whitePerbesar
Umar Septono dan seorang nenek (Foto: Instagram @polisi_indonesia)