5 Berita Populer: Akta Lahir Bisa Cetak Sendiri hingga Corona DKI Pecah Rekor

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi akta kelahiran anak. Foto: Wahyuni Sahara/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi akta kelahiran anak. Foto: Wahyuni Sahara/kumparan

Sejumlah peristiwa penting dan menarik menjadi berita populer pada Rabu (8/7) kemarin. Mulai dari Dukcapil membolehkan masyarakat mencetak sendiri dokumen kependudukan, hingga pertambahan kasus positif corona harian di Jakarta pecah rekor.

Bagi Anda yang tak sempat mengikuti perkembangan berita terkini di hari sebelumnya, kumparan merangkum lima berita populer di antaranya. Apa saja?

Kini KK, Akta Lahir, dan Kematian Bisa Cetak Sendiri

Contoh dokumen Akta Kelahiran yang dicetak di kertas HVS. Foto: Dukcapil

Dukcapil Kemendagri terus membuat terobosan. Setelah meluncurkan mesin Anjungan Dukcapil Mandiri (ADM), kini Dukcapil membolehkan masyarakat mencetak sendiri dokumen kependudukan selain e-KTP dan Kartu Identitas Anak (KIA), dengan kertas putih HVS biasa.

"Ditjen Dukcapil ingin terus memberikan pelayanan yang semakin mudah. Dulu kalau Kartu Keluarga hilang warga harus buat lagi datang ke kantor Dinas Dukcapil, Akta Kelahiran hilang harus antre lagi ke Dukcapil. Sekarang Akta Lahir hilang, KK hilang, tinggal cetak lagi di rumah, bisa cetak sendiri," ucap Dirjen Dukcapil Kemendagri, Zudan Arif Fakrulloh, Rabu (8/7).

kumparan post embed

PDIP Copot Rieke Diah Pitaloka dari Pimpinan Badan Legislasi DPR

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) periode 2019-2024 Rieke Diah Pitaloka di Ruang Rapat Paripurna. Foto: ANTARA FOTO/Galih Pradipta

Fraksi PDIP mencopot Rieke Diah Pitaloka dari posisi Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR. Penggantinya adalah M. Nurdin yang merupakan anggota Komisi III.

Anggota Baleg Fraksi PDIP Hendrawan Supratikno membenarkan kabar pergantian itu.

"Saya dengar hal yang sama (Rieke diganti dari Pimpinan Baleg)," kata Hendrawan saat dikonfirmasi kumparan, Rabu (8/7)

kumparan post embed

PKS Bingung Prabowo Garap Lumbung Pangan

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto usai pelantikan menteri Kabinet Indonesia Maju di Istana Negara, Jakarta, Rabu (23/10/2019). Foto: ADEK BERRY / AFP

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto mendapatkan mandat dari Presiden Jokowi untuk menggarap kawasan lumbung pangan nasional di Kalimantan Tengah. Namun, tak sedikit yang mempertanyakan mengapa mandat tersebut diberikan kepada Prabowo.

Anggota komisi IV Fraksi PKS Andi Akmal bingung mengapa pengelolaan pangan diberikan kepada Kemenhan, dan bukan Kementan yang berwenang mengurusi pangan.

"Saya juga bingung sebagai anggota Komisi IV, Kemenhan yang bukan tupoksinya diberikan tugas garap lumbung pangan di Kalteng," kata Andi saat dihubungi, Rabu (8/7).

kumparan post embed

200 Siswa Secapa TNI AD Positif Corona

Ilustrasi anggota TNI AD Foto: ANTARA FOTO/Rahmad

Gugus Tugas Pemprov Jawa Barat akhirnya angkat suara soal klaster penularan corona di institusi pendidikan kenegaraan yang dimaksud oleh Gubenur Jabar Ridwan Kamil. Institusi itu Secapa TNI AD. Diperkirakan, jumlah yang terpapar di Secapa TNI AD mencapai lebih dari angka 200.

Wali Kota Bandung Oded M. Danial memerintahkan Dinas Kesehatan Pemkot Bandung melakukan rapid test kepada warga yang berada di sekitar kawasan Secapa TNI AD, Sukajadi, Kota Bandung. Sementara itu, di internal Secapa TNI AD sudah dilakukan tes secara mandiri oleh tim dari Kesdam.

"Saya meminta kepada Gugus Tugas Kota Bandung meminta sudah mulai di rapid, diperiksa masyarakat sekitar," kata dia kepada wartawan, Rabu (8/7).

kumparan post embed

Pertambahan Corona di Jakarta Pecah Rekor

Ilustrasi corona. Foto: Maulana Saputra/kumparan

Virus corona belum mau beranjak dari Jakarta. Pertambahan kasus positif virus corona di Jakarta pada Rabu (8/7) bahkan pecah rekor, yakni 344 orang.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti menjelaskan, 344 kasus itu tak seluruhnya warga Jakarta. Sebanyak 51 orang merupakan warga di wilayah lain yang datang dari luar negeri yang sedang transit sambil melakukan isolasi diri di Jakarta.

"Adapun penjelasan dari 344 kasus tersebut berasal dari, Warga Negara Indonesia yang baru kembali dari luar negeri beralamat tinggal dari berbagai provinsi, namun untuk sementara transit dan menjalani isolasi di Jakarta sebanyak 51 orang," ujar Widyastuti dikutip laman resmi Pemprov DKI, Rabu (8/7).

kumparan post embed

***

Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona.

***

Saksikan video menarik di bawah ini: