5 Berita Populer: Harga BBM & LPG Bakal Naik; Vaksin Covovax Dapat Izin BPOM

20 November 2021 6:25
·
waktu baca 4 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
5 Berita Populer: Harga BBM & LPG Bakal Naik; Vaksin Covovax Dapat Izin BPOM (131033)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Pom Bensin Pertamina. Foto: ANTARAFOTO/Yulius Satria Wijaya
ADVERTISEMENT
Sejumlah peristiwa penting dan menarik menjadi berita populer pada Jumat (19/11). Mulai dari harga BBM dan LPG bakal naik hingga vaksin Covovax dapat izin BPOM.
ADVERTISEMENT
Bagi Anda yang tak sempat mengikuti perkembangan berita terkini di hari kemarin, kumparan merangkum lima berita populer berikut. Apa saja?
Pengumuman! Harga BBM dan LPG Bakal Naik, Ini Alasannya
5 Berita Populer: Harga BBM & LPG Bakal Naik; Vaksin Covovax Dapat Izin BPOM (131034)
zoom-in-whitePerbesar
PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) I memprediksi akan terjadi kenaikan jumlah kebutuhan BBM dan LPG, pihaknya menyediakan agen dan pangkalan siaga. Foto: Dok. Pertamina
Harga BBM dan LPG berpotensi mengalami kenaikan. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengungkapkan hal ini akan terjadi apabila nantinya pajak karbon (carbon tax) diterapkan.
Rencana pajak karbon yang lagi dibuat Kementerian Keuangan punya pengaruh pada tambahan biaya dan harga baik di sektor hulu dan hilir bagi pemasar energi yang menghasilkan karbon. Salah satu dampaknya adalah kenaikan harga BBM dan LPG.
Sesuai dengan Undang-Undangan No 7 tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan, pajak karbon dikenakan atas emisi karbon yang memberikan dampak negatif bagi lingkungan hidup dan memperhatikan peta jalan pajak karbon yang ditetapkan oleh pemerintah dan/atau peta jalan pasar karbon.
ADVERTISEMENT
Geger Risma Temukan 31.624 ASN Terima Bansos
5 Berita Populer: Harga BBM & LPG Bakal Naik; Vaksin Covovax Dapat Izin BPOM (131035)
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Sosial Tri Rismaharini menyampaikan keterangan kepada wartawan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (30/4/2021). Foto: Reno Esnir/ANTARA FOTO
Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini membeberkan terdapat 31.624 aparatur sipil negara (ASN) yang terindikasi ikut menerima bantuan sosial (bansos).
Jumlah tersebut didapatkan dari data Kemensos berdasarkan hasil verifikasi data penerima bansos, dan hasil konsinyering dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN). Berdasarkan data tersebut didapati 28.965 ASN masih berstatus aktif. Sementara sisanya diperkirakan berstatus pensiunan ASN. Mereka tersebar di 511 kota/kabupaten di 34 provinsi.
Risma menegaskan bahwa ASN tidak berhak menerima bansos. Sebab, dalam kriteria yang ditetapkan Kemensos, seseorang yang tidak boleh menerima adalah mereka yang mendapatkan pendapatan tetap, apalagi ASN digaji oleh pemerintah.
Pengakuan Yana Cadas Pangeran: Terkait Sertifikat & Ingin Lompat ke Jurang
ADVERTISEMENT
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
5 Berita Populer: Harga BBM & LPG Bakal Naik; Vaksin Covovax Dapat Izin BPOM (131036)
zoom-in-whitePerbesar
Yana Supriatna saat menjalani pemeriksaan di Polres Sumedang. Foto: Dok. Istimewa
Beredar video Yana Supriatna (40), orang yang mengaku hilang di Cadas Pangeran Sumedang, mengungkapkan alasannya mengaku hilang. Video berdurasi 1 menit 14 detik itu memperlihatkan Yana sedang diperiksa oleh penyidik Polres Sumedang.
Dalam video itu, Yana mengaku pada hari Selasa (16/11) siang, dia berangkat dari rumahnya di Sumedang untuk ke Bandung sekitar jam 13.00 WIB. Dia berangkat ke Bandung terkait pengurusan sejumlah sertifikat. Namun tak dijelaskan dalam video itu terkait sertifikat apa.
Usai urus sertifikat itu, Yana mengaku ada sebuah masalah yang dia tak jelaskan detail dalam video itu. Yang pasti, tiba-tiba terbesit di pikirannya ingin 'menghilang' di Cadas Pangeran pada Selasa malam itu. Dia sempat memberanikan diri untuk melompat ke jurang, meski akhirnya urung dilakukan lantaran teringat keluarga.
ADVERTISEMENT
Sosok ART Nirina Zubir di Kasus Mafia Tanah: Lulusan D4 yang 'Dibuang' Keluarga
5 Berita Populer: Harga BBM & LPG Bakal Naik; Vaksin Covovax Dapat Izin BPOM (131037)
zoom-in-whitePerbesar
Tersangka kasus mafia tanah dengan korban Nirina Zubir dihadirkan saat konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis, (18/11). Foto: Agus Apriyanto
Nirina Zubir dan keluarganya tengah ditimpa masalah. Aset milik mendiang ibunya, Cut Indria Marzuki, berupa sertifikat tanah digasak oleh seorang ART bernama Riri Khasmita dan membuat keluarga Nirina mengalami kerugian hingga Rp 17 miliar.
Riri yang terlibat dalam kasus mafia tanah ini telah ditetapkan sebagai tersangka oleh pihak kepolisian bersama empat orang lainnya termasuk sang suami dan oknum PPAT (Pejabat Pembuat Akta Tanah). Riri dan suami bersama seorang oknum PPAT telah dijebloskan ke dalam penjara, sementara dua pelaku lainnya sudah menjalani pemeriksaan dan belum ditahan.
Menurut Nirina, Riri dibuang oleh keluarga tirinya, lalu diterima oleh mendiang ibu Nirina untuk bekerja di rumahnya sejak 2009, dengan menjadi asisten dari ibu Nirina. Saat itu, Riri diterima karena memiliki latar belakang D4.
ADVERTISEMENT
BPOM Terbitkan EUA Vaksin COVID-19 Covovax Buatan India, Efikasi 90,4%
5 Berita Populer: Harga BBM & LPG Bakal Naik; Vaksin Covovax Dapat Izin BPOM (131038)
zoom-in-whitePerbesar
Kepala BPOM Penny Lukito mengumumkan penerbitan EUA Comirnaty (Vaksin COVID-19 Pfizer), Kamis (15/7). Foto: Youtube/BPOM
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menerbitkan emergency use authorization (EUA) atau izin penggunaan darurat untuk vaksin COVID-19 Covovax. Penerbitan EUA ini merupakan yang ke-11 untuk vaksin corona.
Vaksin Covovax diproduksi oleh Serum Institute of India Pvt. Ltd., India (SII). Evaluasi aspek keamanan, imunogenisitas, dan efikasi Vaksin Covovax mengacu pada data uji pre-klinik dan uji klinik yang dilakukan di Australia, Amerika Serikat, Meksiko, Inggris (United Kingdom/UK), dan Afrika Selatan.
Berdasarkan hasil evaluasi, vaksin Covovax dapat digunakan untuk dewasa berusia 18 tahun ke atas. Efikasi atau khasiat dari vaksin Covovax untuk usia 18 tahun atau lebih dengan status imun negatif (seronegatif) berkisar antara 89,7%-90,4% pada semua kasus COVID-19 dengan berbagai tingkat keparahan.
ADVERTISEMENT
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020