5 Berita Populer: KPK Lawan Ombudsman; RI Keluar dari Resesi

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pimpinan KPK Nurul Ghufron menyampaikan keterangan pers tentang penahanan mantan anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara periode 2009-2014 dan 2014-2019 di gedung KPK, Jakarta, Rabu (22/7). Foto: Nova Wahyudi/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Pimpinan KPK Nurul Ghufron menyampaikan keterangan pers tentang penahanan mantan anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara periode 2009-2014 dan 2014-2019 di gedung KPK, Jakarta, Rabu (22/7). Foto: Nova Wahyudi/ANTARA FOTO

Sejumlah peristiwa penting dan menarik menjadi berita populer pada Kamis (5/8). Mulai dari KPK yang melawan temuan Ombudsman soal TWK hingga Indonesia berhasil keluar dari jerat resesi.

Bagi Anda yang tak sempat mengikuti perkembangan berita terkini kemarin, kumparan telah merangkum lima berita di antaranya.

Berikut rangkumannya:

embed from external kumparan

KPK Lawan Temuan Ombudsman

KPK akhirnya buka suara atas saran korektif yang disampaikan sebelumnya oleh Ombudsman mengenai malaadministrasi pada TWK KPK. Dalam pernyataannya, KPK keberatan atas temuan Ombudsman yang menyatakan TWK malaadministrasi.

KPK justru mempertanyakan kewenangan Ombudsman yang memeriksanya. Segala keberatan yang dirasakan KPK tersebut nantinya akan disampaikan dalam surat keberatan yang rencananya akan dikirim pagi hari ini. Setidaknya terdapat 13 poin keberatan yang ada di dalam surat tersebut.

Faldo Balas Kritik Andi Mallarangeng

Faldo Maldini. Foto: Facebook/@Faldo Maldini

Staf khusus Mensesneg, Faldo Maldini, membalas kritikan Andi Mallarangeng yang menyentil soal pengecatan pesawat kepresidenan. Andi mengeklaim selama 10 tahun Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjabat Presiden RI, tak pernah ada rencana pengecatan pesawat, termasuk mengeluarkan anggaran hingga Rp 2 miliar.

Faldo pun membalas dengan menegaskan memang tak pernah ada anggaran pengecatan pada kepemimpinan presiden sebelumnya. Namun, ia melemparkan kritik karena pengadaan pesawat kepresidenan Boeing 737-800 BBJ-2 (Boeing Business Jet 2) justru dilakukan saat kepemimpinan SBY.

embed from external kumparan

RI Keluar dari Resesi

Ilustrasi pertumbuhan ekonomi Foto: ANTARA FOTO/ Dhemas Reviyanto

Indonesia akhirnya keluar dari resesi. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan ekonomi Indonesia sepanjang kuartal II 2021 positif, tumbuh 7,07 persen.

"Pertumbuhan ekonomi Kuartal II 2021 secara year on year 7,07 persen. Sementara jika dibandingkan kuartal I 2021 atau q to q tumbuh 3,1 persen," kata Kepala BPS Margo Yuwono dalam konferensi pers, Kamis (5/7).

Perekonomian Indonesia dibelit resesi sejak tahun lalu akibat pandemi COVID-19. Suatu negara dikatakan mengalami resesi jika mengalami pertumbuhan ekonomi negatif dua kuartal berturut-turut.

embed from external kumparan

Corona RI: 68 Orang Meninggal Tiap Jam

Kasus kematian corona di Indonesia naik berkali-kali lipat sejak awal pandemi. Bahkan pada Rabu (4/8), kasus kematian corona di Indonesia tembus 100 ribu jiwa.

Bahkan ternyata jika berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang diolah kumparan, kenaikan itu disebabkan angka kematian yang berakselerasi. Pendek kata, dari hari ke hari laju kematian corona semakin cepat.

embed from external kumparan

Berikut tabelnya:

embed from external kumparan

Andika Perkasa Bongkar Korupsi di TNI AD

Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Andika Perkasa. Foto: YouTube TNI AD

TNI AD menemukan adanya penyelewengan anggaran Pendidikan Kejuruan Bintara Infanteri (Dikjurbaif) dan Pendidikan Kejuruan Tamtama Infanteri (Dikjurtaif) Gelombang II TA 2020. Temuan itu dilaporkan Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) TNI Angkatan Darat saat rapat bersama KSAD Jenderal TNI Andika Perkasa.

Dalam laporan yang disampaikan Andika Perkasa, penyelewengan itu dalam bentuk pemotongan gaji siswa yang digunakan untuk kepentingan pribadi. Selain itu, ada pemotongan anggaran makan, penambahan anggaran yang sengaja diadakan untuk kepentingan personal dan lain sebagainya.

embed from external kumparan