5 Berita Populer: PPKM Darurat Diperpanjang; Vaksin Berbayar Dibatalkan

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Polisi mengarahkan pengendara sepeda motor saat akan melintas di titik penyekatan baru di kawasan Gerbang Pemuda, Jakarta Selatan, Jumat (16/7/2021). Foto: M Risyal Hidayat/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Polisi mengarahkan pengendara sepeda motor saat akan melintas di titik penyekatan baru di kawasan Gerbang Pemuda, Jakarta Selatan, Jumat (16/7/2021). Foto: M Risyal Hidayat/ANTARA FOTO

Sejumlah peristiwa penting dan menarik menjadi berita populer pada Jumat (16/7). Mulai dari PPKM Darurat diperpanjang sampai akhir Juli hingga Jokowi batalkan vaksin corona berbayar.

Berikut rangkuman kumparan terkait lima berita populer. Apa saja?

Menko Muhadjir Effendy: PPKM Darurat Diperpanjang Sampai Akhir Juli

Menko PMK Muhadjir Effendy saat meninjau Hotel University Club UGM yang dijadikan shelter corona, Jumat (16/9). Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan

Pada 20 Juli mendatang kebijakan PPKM Darurat di Jawa-Bali akan selesai. Namun, pemerintah menyatakan bahwa PPKM Darurat akan diperpanjang hingga akhir Juli, meski belum diumumkan secara resmi.

Artinya jika diperpanjang sampai 31 Juli, maka total PPKM Darurat bertambah 11 hari.

Keputusan perpanjangan PPKM Darurat ini disampaikan oleh Menko PMK Muhadjir Effendy di Yogyakarta. Ia mengatakan melalui hasil rapat kabinet terbatas, Presiden memutuskan PPKM Darurat dilanjutkan sampai akhir Juli.

Dengan perpanjangan tersebut, kata Muhadjir, Presiden Jokowi juga menyampaikan bahwa akan ada risiko yang diseimbangkan. Selain meningkatkan disiplin warga untuk prokes, juga penyaluran bansos.

embed from external kumparan

Menag: Jangan Mudik Idul Adha, Lindungi Keluarga dari COVID-19

Menag Yaqut Cholil menjawab pertanyaan wartawan saat berkunjung ke Kiai Ponpes Lirboyo. Foto: Dok. Istimewa

Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas atau akrab Gus Yaqut prihatin dengan kasus harian COVID-19 di Indonesia yang terus melonjak. Bahkan pada Kamis (15/7), jumlah kasus positif harian bertambah 56 ribu.

Terkait penularan COVID-19 masih tinggi, Gus Yaqut meminta masyarakat membatasi mobilitas dan tidak mudik lebaran Idul Adha.Pemerintah telah menetapkan awal Dzulhijjah 1442 H bertepatan 11 Juli 2021. Sehingga hari raya Idul Adha jatuh pada 20 Juli 2021.

embed from external kumparan

Faisal Basri Sebut Kesalahan Fatal RI Tangani Pandemi Karena Tuhankan Investasi

Faisal Basri (tengah) saat diskusi di Katadata Insight Center, Jakarta Selatan, Jumat (4/10). Foto: Muhammad Darisman/kumparan

Kasus COVID-19 yang terus naik menarik perhatian Faisal Basri. Ekonom senior Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) tersebut menyebut kesalahan fatal dari penanganan pandemi COVID-19 di Indonesia karena terlalu menuhankan investasi. Padahal, masalah kesehatan harus lebih dulu diselesaikan, baru ekonomi bangkit.

Menurutnya, keberpihakan pemerintah terhadap ekonomi dibandingkan nyawa manusia terlihat dari tetap dibukanya penerbangan internasional. Banyaknya tenaga kerja asing, terutama dari China yang diperbolehkan masuk ke Indonesia.

Selama ini, menurut Faisal, pemerintah selalu mengatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun lalu yang minus 5 persen masih lebih baik dibandingkan Filipina yang anjlok 12 persen karena mengutamakan penanganan COVID-19.

embed from external kumparan

Sejumlah Nakes Mundur Tangani Pandemi: Pasien Melonjak, Insentif Terhambat

Petugas kesehatan yang mengenakan alat pelindung diri (APD) bersiap merawat pasien di rumah sakit darurat penyakit virus corona (COVID-19), di Jakarta, Indonesia, 17 Juni 2021. Foto: Ajeng Dinar Ulfiana/Reuters

Jumlah Nakes yang tidak seimbang dengan pasien menambah beban berat para tenaga kesehatan. Serta pelayanan kesehatan juga tidak bisa maksimal. Hal itu yang disampaikan oleh Ketua Dokter Indonesia Bersatu, dr Eva Sri Diana Chaniago.

Ia menambahkan, belum lagi pasien yang datang ke RS kebanyakan gejalanya sudah berat akibat isolasi di rumah terlebih dulu. Sehingga penanganan terlambat. Hal ini kemudian menjadi ironi bagi nakes. Eva pun mengungkap, sudah mulai ada nakes-nakes yang mengundurkan diri dari profesinya.

embed from external kumparan

Jokowi Batalkan Vaksinasi Corona Berbayar

Presiden Joko Widodo menyampaikan keterangan tentang paket obat-obatan dan vitamin bagi pasien corona di Istana Merdeka, Kamis (15/7/2021. Foto: Youtube Setpres

Presiden Jokowi membatalkan vaksinasi corona berbayar bagi individu yang rencananya diselenggarakan oleh Kimia Farma. Hal ini disampaikan oleh Seskab Pramono Anung. Menurut keterangannya, pembatalan tersebut dilakukan setelah Presiden mendapat beberapa masukan dan juga respons dari masyarakat.

Adanya keputusan tersebut, Pramono mengatakan bahwa vaksinasi corona bagi seluruh rakyat Indonesia gratis. Tak ada pengecualian. Sedangkan untuk pemberian Vaksinasi Gotong Royong (VGR), Pramono menyebut distribusinya akan tetap melalui perusahaan. Dengan kata lain, perusahaan yang akan membayar, bukan karyawan.

embed from external kumparan