5 Berita Populer: Tukang Cukur Jadi Tersangka; China Hadapi Lonjakan Kasus COVID

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Tiga pelaku penembakan Datim BAIS TNI di Pidie, Aceh, ditangkap. Foto: Humas Polda Aceh
zoom-in-whitePerbesar
Tiga pelaku penembakan Datim BAIS TNI di Pidie, Aceh, ditangkap. Foto: Humas Polda Aceh

Sejumlah peristiwa penting dan menarik menjadi berita populer pada Minggu (31/10).

Mulai dari pelaku penembakan Dantim BAIS TNI di Pidie merupakan seorang Tukang Cukur hingga China kembali kewalahan menangani lonjakan kasus COVID-19 yang berasal dari luar negeri.

Berikut lima rangkuman kumparan terkait lima berita populer. Apa saja?

Pelaku Penembak Dantim BAIS TNI di Pidie Tukang Cukur

Pelaku penembakan Datim BAIS TNI di Pidie, Aceh, ditangkap. Foto: Humas Polda Aceh

Polda Aceh bersama POM TNI menangkap tiga pelaku penembakan terhadap Dantim BAIS TNI Pidie Kapten Abdul Majid. Para pelaku merupakan warga sipil. Pelaku yang menembak korban tersebut berprofesi sebagai tukang cukur.

Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Winardy, mengatakan, ketiga pelaku tersebut berinisial D, M dan F. Mereka merupakan satu komplotan yang ditangkap di lokasi berbeda pada Minggu (31/10).

embed from external kumparan

Relawan Deklarasi Puan Capres 2024: Semoga Bu Mega Restui Ratu Adil

Deklarasi Gema Puan di Hotel Noormans Kota Semarang. Foto: Intan Alliva Khansa/kumparan

Relawan Puan Maharani untuk 2024, Generasi Muda Pejuang Nusantara atau Gema Puan, mendeklarasikan diri di Kota Semarang, Jawa Tengah. Puan dinilai layak untuk menjadi calon presiden 3 tahun mendatang.

Ketua DPD Gema Puan Kota Semarang, Rudy Prianto menilai Puan merupakan sosok yang sangat ideal untuk menggantikan kepemimpinan Jokowi di 2024 nanti. Bagi organisasinya, Puan adalah sosok Ratu Adil yang akan menyelamatkan Indonesia.

embed from external kumparan

Pemimpin Tertinggi Taliban Muncul di Hadapan Publik, Tepis Isu Meninggal Dunia

Pemimpin Taliban Afghanistan Mawlawi Hibatullah Akhundzada. Foto: Afghan Islamic Press via AP

Pemimpin tertinggi Taliban, Haibatullah Akhundzada, akhirnya muncul di hadapan publik untuk pertama kalinya. Dikutip dari Reuters, sumber Taliban mengatakan Akhundzada berbicara di depan publik di Kandahar, Afghanistan.

Dalam kunjungannya di Kandahar, Akhundzada datang ke sebuah sekolah agama bernama Jamia Darul Aloom Hakimia, pada Sabtu (30/10). Kemunculan pimpinan tertinggi Taliban itu menepis rumor selama ini yang menyebutkan Akhundzada telah meninggal dunia.

embed from external kumparan

Epidemiolog Ungkap Senjata Pamungkas Cegah Gelombang Ketiga Corona

Ilustrasi Virus Corona. Foto: Shutter Stock

Epidemiolog dari Universitas Gadjah Mada Riris Andono Ahmad meminta masyarakat menjaga konsistensi memakai masker untuk mencegah gelombang ketiga COVID-19. Riris mengatakan penularan COVID-19 di Tanah Air saat ini terkendali. Menurutnya, jika masyarakat konsisten memakai masker, maka akan mengurangi risiko gelombang ketiga.

Ancaman gelombang ketiga COVID-19 yang diramalkan banyak pakar terjadi pada Desember 2021 hingga Januari 2022, kata Riris, bisa dicegah jika masyarakat konsisten pada protokol kesehatan, khususnya menggunakan masker.

embed from external kumparan

China Kewalahan Kembali Hadapi Lonjakan COVID-19 karena Kasus dari Luar Negeri

Orang-orang meninggalkan hotel karantina setelah menyelesaikan isolasi wajib mereka untuk pelancong yang memasuki Tiongkok dari luar negeri menyusul wabah penyakit virus corona (COVID-19). Foto: Reuters

Komisi Kesehatan Nasional China atau NHC mengungkapkan, wabah COVID-19 di China kini berkembang pesat. Penularan COVID-19 melonjak akibat kasus dari luar negeri terutama di daerah perbatasan timur laut.

Dikutip dari Reuters pada Minggu (31/10), seorang pejabat NHC mengatakan ada 377 kasus COVID-19 di dalam negeri dengan gejala dalam rentang 17-29 Oktober. Juru Bicara NHC Mi Feng mengatakan dalam 14 haru terakhir, sebanyak 14 wilayah provinsi telah melaporkan kasus baru yang ditularkan secara lokal atau pembawa tanpa gejala.

embed from external kumparan