News
·
25 Februari 2021 19:10

5 Instruksi Wakapolri Usai Penembakan Bripka Cornelius ke Anggota TNI

Konten ini diproduksi oleh kumparan
5 Instruksi Wakapolri Usai Penembakan Bripka Cornelius ke Anggota TNI (60792)
Wakapolri Komjen Pol Gatot Eddy Pramono (tengah) saat konferensi pers tentang Satgas Mafia Bola di Polda Metro Jaya, Jakarta. Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan
Polri merespons cepat kasus penembakan yang dilakukan Bripka Cornelius ke anggota TNI bernama Sirait di RM Cafe, Cengkareng, Jakbar.
ADVERTISEMENT
Polri mengeluarkan surat telegram yang berisi 5 instruksi.
Surat telegram tersebut tertuang dengan nomor ST/396/I/HUK.7.1./2021 yang diteken Wakapolri Komjen Pol Gatot Eddy Pramono. Dalam telegram tersebut ada 5 instruksi Wakapolri.
“Iya betul, sebagai langkah antisipasi peristiwa serupa tak terjadi lagi, sekaligus untuk menjaga soliditas dengan TNI yang selama ini berjalan baik,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono membenarkan telegram tersebut, Kamis (25/2).
5 Instruksi Wakapolri Usai Penembakan Bripka Cornelius ke Anggota TNI (60793)
Wakapolri Komjen Pol Gatot Eddy Pramono meninjau pelaksanaan rapid test antigen di Rest Area KM 19 Tol Jakarta-Cikampek, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (24/12). Foto: Fakhri Hermansyah/ANTARA FOTO
Berikut 5 instruksi Wakapolri tersebut:
  1. Menindak tegas anggota Polri yang terlibat dalam kejadian tersebut dengan melaksanakan proses pemberhentian tidak dengan terhormat (PDTH) dan proses pidana.
  2. Secara proaktif terus meningkatkan sinergitas antara Polri dan TNI melalui kegiatan operasional terpadu kemudian keagamaan kemudian olahraga bersama, kolaborasi giat sosial atau kemasyarakatan.
  3. Memperketat proses pinjam pakai senpi dinas yang hanya diperuntukkan bagi anggota Polri yang memenuhi syarat dan tidak bermasalah serta terus memperkuat pengawasan dan pengendalian penggunaannya.
  4. Memerintahkan para Kasatwil dan pengemban fungsi Propam untuk melaksanakan koordinasi dengan satuan TNI setempat dan POM TNI untuk terus mengantisipasi dan menyelesaikan perselisihan atau permasalahan antara anggota Polri dan TNI secara cepat, tepat, tuntas dan berkeadilan.
  5. Pada kesempatan pertama melaporkan setiap upaya penanganan dan pencegahan terhadap perselisihan dan keributan antara anggota Polri dan TNI yang telah dilaksanakan di masing-masing wilayah kepada Kapolri.
ADVERTISEMENT