5 Sapi di Bantul Mati Akibat Penyakit Mulut dan Kuku
ยทwaktu baca 2 menit

Kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menjangkit hewan ternak sapi dan kambing masih terus terjadi di Kabupaten Bantul, DIY, Total, ada 973 hewan ternak yang positif klinis menderita PMK.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bantul, Joko Waluyo, menjelaskan bahwa sejauh ini sudah ada 5 sapi yang mati akibat PMK.
"Yang mati 5. Yang potong paksa 1. Yang sudah sembuh 5. Sapi (semua)," kata Joko di sela-sela mengecek sapi di Segoroyoso, Pleret, Kabupaten Bantul, Selasa (14/6).
Dari 17 kapanewon atau kecamatan yang ada di Bantul, sebanyak 13 di antaranya sudah terdapat kasus PMK. Sementara, untuk Kecamatan Pleret merupakan yang paling tinggi dengan 512 kasus.
"Terbesar di (Desa) Segoroyoso 282 kasus," katanya.
Joko mengatakan bahwa sapi yang mati karena PMK, semuanya masih berusia pedet atau anak.
"Dan yang mati itu kebetulan pedet-pedet di bawah umur 1 tahun," jelasnya.
Populasi sapi di Bantul mencapai 72 ribu ekor. Dalam hal ini, Pemkab Bantul juga telah mengusulkan ke pusat untuk memvaksinasi hewan ternak, tetapi sampai sekarang masih menunggu distribusi.
"Total populasi kita kan 72 ribu sekian. Itu ada sapi bakalan, sapi dewasa, sapi yang pedet, ada beberapa klasifikasi," bebernya.
PMK seperti Pandemi
Sebelumnya, Bupati Bantul Abdul Halim Muslih menyebut PMK sudah seperti pandemi. Hal ini karena penyebaran PMK yang begitu masif secara nasional, termasuk di Bantul. Di kabupaten ini ada 973 hewan ternak yang terpapar.
"Saat ini bisa dikatakan bahwa PMK ini sudah menjadi pandemi. Artinya sudah menasional. Pokoknya seluruh wilayah di Indonesia terkena pandemi PMK tidak terkecuali Bantul," kata Halim.
Kapanewon atau Kecamatan Pleret menjadi wilayah yang terdampak PMK paling banyak. Di sana sebanyak 512 kasus PMK ditemukan. Puskeswan pun telah diminta untuk mengatasi persoalan ini sesegera mungkin.
"Kapanewon Pleret yang merupakan sentra ternak ini juga terkena sekitar 512 kasus terkena PMK sehingga seluruh puskeswan di Kabupaten Bantul sudah kita instruksikan untuk turun ke bawah. Sudah semuanya sudah bekerja dokter-dokter hewan kita kerahkan melakukan treatment disuntik antibiotik, suntik piretik, dan suntik vitamin," kata Halim.
