5 WN Jepang Alami Gejala Virus Corona Usai Dievakuasi dari Wuhan

Pemerintah Jepang telah berhasil mengevakuasi 206 warganya dari Wuhan, Provinsi Hubei, China, dengan penerbangan maskapai ANA. Namun, di antara yang dievakuasi itu ada warga yang mengalami gejala virus corona, yakni demam dan batuk.
Dilansir Reuters, (Rabu/1), Kepala Sekretaris Kabinet, Yoshihide Suga, menyebut awalnya ada empat warga yang mengalami gejala virus corona dan akan menjalani pemeriksaan medis di rumah sakit khusus penyakit menular di Tokyo.
Sementara itu, otoritas Kota Tokyo menyebut ada orang kelima yang mengalami gejala yang sama dan langsung dibawa ke rumah sakit lain.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Jepang belum bisa memastikan sejak kapan para warga yang baru dievakuasi itu menunjukkan gejala sakit.
"Kita harus bertindak dengan pemahaman bahwa situasinya sekarang berbeda. Kita telah mencapai tahap baru," kata Menkes Jepang, Katsunobu Kato, di parlemen sehari setelah konfirmasi kasus pertama infeksi virus corona dari orang ke orang di Jepang.
Total ada 650 warga Jepang yang berharap dapat dievakuasi. Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe telah membentuk satuan tugas khusus menangani masalah penyebaran virus corona.
Di Jepang sendiri sudah ada tujuh orang yang dinyatakan positif virus corona. Sementara angka kematian akibat virus ini mencapai 132 orang di China, hampir 6.000 orang terinfeksi.
Sebelumnya, ada satu warga Jepang berusia 60 tahun yang terpapar virus corona, padahal ia tak pernah ke Wuhan atau kota China lainnya. Pria yang berprofesi sopir bus travel ternyata dua kali mengangkut turis Wuhan yang datang ke Jepang, awal Januari lalu.
Hingga pada Sabtu (25/1), pria itu dirawat di rumah sakit karena flu dan demamnya kian parah.
