500 Warga Sumur, Pandeglang, Mengungsi di Huntara Tsunami

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Anggota Basarnas siaga usai gempa terjadi yang berpusat di Banten. Foto: Dok. Basarnas
zoom-in-whitePerbesar
Anggota Basarnas siaga usai gempa terjadi yang berpusat di Banten. Foto: Dok. Basarnas

Sebanyak 500 warga Sumur, Kabupaten Pandeglang, Banten masih mengungsi di hunian sementara untuk tsunami. Camat Sumur, Kabupaten Pandeglang, Endin Haerudin mengatakan mereka mengungsi karena trauma ada gempa susulan dan tsunami.

“Alhamdulillah BPBD sudah menangani karena warga masih khawatir,” kata Endin, Sabtu (3/8).

Endin belum mengetahui sampai kapan warganya akan mengungsi. Dia berharap warga dapat segera kembali ke rumahnya masing-masing karena BMKG sudah mengakhiri potensi tsunami di seluruh wilayah di Indonesia pascagempa yang mengguncang Pandeglang pada Jumat (3/8) malam.

Kerusakan rumah di kampung Ciduruk, Desa Gunung Putri, Pandeglang. Foto: Dok. Istimewa

Meski demikian, untuk saat ini Endin memastikan kebutuhan para pengungsi terpenuhi. Selain di hunian sementara, sejumlah warga juga masih mengungsi di tempat lain.

Namun Endin belum bisa memastikan berapa warga selain di hunian sementara untuk tsunami yang memilih mengungsi di daerah perbukitan. Dia masih akan terus mendata kerusakan rumah pascagempa.

Sebelumnya gempa berkekuatan 7,4 magnitudo mengguncang wilayah Banten Jumat (2/8). Namun BMKG memperbarui kekuatan gempa menjadi 6,9 magnitudo. Gempa berpusat di kedalaman 48 kilometer Barat Daya Pandeglang.

Gempa ini juga dirasakan di sejumlah wilayah, seperti jabodetabek, Lampung, Jawa Barat, Bali, hingga Mataram.