53% Pasien di RSD Wisma Atlet Tak Tahu Tertular COVID-19 dari Mana

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Seorang tenaga kesehatan mengendarai kendaraan yang membawa sepatu untuk disterilkan di RSDC Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Selasa (15/6/2021). Foto: M Risyal Hidayat/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Seorang tenaga kesehatan mengendarai kendaraan yang membawa sepatu untuk disterilkan di RSDC Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Selasa (15/6/2021). Foto: M Risyal Hidayat/ANTARA FOTO

Jumlah pasien corona yang menjalani perawatan di RS Darurat Wisma Atlet Kemayoran masih terus bertambah setiap harinya. Per Kamis (15/7), 6.254 pasien yang dirawat di RSD tersebut atau tingkat keterisian sekitar 80 persen.

Koordinator Humas RSD Wisma Atlet Kemayoran, Kolonel dr Mintoro Sumego, mengungkapkan sebanyak 53 persen pasien yang dirawat tidak mengetahui tertular COVID-19 dari mana.

"Berdasarkan data surveilans yang ada di Wisma Atlet, dan mereka-mereka yang masuk ke Wisma Atlet lalu kita lakukan tracer itu kebanyakan atau sekitar 53 persen itu dia tidak mengetahui kontak eratnya sama siapa. Tiba-tiba saya positif," ungkap Mintoro dalam diskusi di YouTube BNPB, Kamis (15/7).

kumparan post embed

Mintoro menuturkan, selain tidak mengetahui kontak erat dengan siapa yang positif corona, sebanyak 53 persen pasien yang ditracing mengaku tidak tahu kapan tertularnya.

Sementara itu, 31 persen pasien lainnya menyatakan mengetahui siapa kontak erat mereka yang akhirnya menularkan virus corona.

"Dan 31 persen itu mereka menyatakan pernah kontak erat dengan keluarga yang positif, nah ini agak lumayan lagi. 'Oh saya waktu itu kenanya dari istri saya yang kayaknya pulang dinas dari mana'. Nah, itu sekitar 31 persen pernah kontak erat dengan keluarga," tuturnya.

Sejumlah pasien positif COVID-19 berolahraga di Rumah Sakit Darurat COVID-19 (RSDC), Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta, Rabu (5/5/2021). Foto: M RISYAL HIDAYAT/ANTARA FOTO

"Terus 11 persennya lagi terpapar dari rekan kerja. Kira-kira kita pembagiannya seperti itu, jadi yang lebih banyak yang tidak tahu terpapar dari mana," lanjutnya.

Ia mengakui penambahan jumlah pasien corona dalam beberapa pekan terakhir terbilang luar biasa. Bahkan, kini kapasitas bed untuk pasien corona sudah ditambah lagi menjadi sekitar 7.000 tempat tidur.

"Waktu itu kapasitas kita 5 ribu, hampir 6 ribu. Sekarang kita tambah lagi sekitar 7 ribu, sekarang sudah 6 tingkat huniannya," pungkasnya.