6 Temuan Ngeri Jembatan Kaca Maut di Banyumas: Tak Dirawat, Tak Ada Pengaman
ยทwaktu baca 2 menit

Saat diinjak, kaca pada Jembatan Kaca di kawasan wisata The Geong Banyumas pecah membuat 4 orang wisatawan terjatuh: 1 orang di antaranya meninggal dunia.
Insiden tersebut terjadi sekitar pukul 10.00 WIB, Rabu (25/10), di kawasan wisata yang terletak di Hutan Pinus Limpakuwus, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, itu.
Jembatan kaca ini sudah berusia 11 bulan. Pemiliknya adalah Edi Suseno, warga Kelurahan Karangpucung, Kecamatan Purwokerto Selatan, Banyumas, yang bekerja sama dengan Koperasi BPPTU (Balai Besar Pembibitan Ternak Unggul) Baturaden.
Apa Saja Temuan Polisi?
Polisi telah memeriksa 12 saksi termasuk pemilik jembatan. Berikut adalah temuan polisi:
Tidak pernah ada uji kelayakan terhadap jembatan kaca ini dari pihak terkait;
Jembatan kaca ini tidak pernah dirawat atau mendapatkan perawatan khusus oleh pemilik;
Di jembatan kaca ini tidak ada papan peringatan, imbauan, atau larangan bagi pengunjung jembatan kaca;
Pemilik hanya sekali memberikan arahan pada karyawan pada saat pembukaan wahana jembatan kaca;
Di sekitar atau di bawah jembatan kaca tidak ada jaring pengaman bagi pengunjung;
Penjaga pintu masuk wahana/tiket tidak mengetahui SOP terkait keamanan dan keselamatan pengunjung.
Belum Ada Tersangka
Sejauh ini, belum ada tersangka atas insiden itu. "Untuk tersangka, masih berproses," ujar Kasat Reskrim Polresta Banyumas, Kompol Agus Supriadi, kepada wartawan, Kamis (26/10).
Tebal Kacanya 1,2 Cm
Berdasarkan hasil identifikasi awal polisi, spesifikasi jembatan adalah sebagai berikut:
Tebal kaca 1 cm (centimeter);
Lebar kaca 118 cm;
Panjang kaca pecah 243 cm;
Jenis kaca tipe 1000;
Tinggi tanah dan jembatan sekitar 15 m (meter);
Jarak 1.215 cm dari pintu timur;
Panjang jembatan kaca dengan total 25 m, lebar 2 m.
"Untuk ukuran kaca, itu 1,2 cm, lebar kaca 180 cm," kata Agus.
"Ini akan kami cek di lab. Kaca tersebut seyogyanya dipasang ukuran berapa, nanti akan dijelaskan oleh labfor dan ahli konstruksi yang kami datangkan," ujar Agus.
2 Orang Berpegangan
"Saat kaca yang diinjak pecah, 2 orang sempat berpegangan pada pengaman yang ada di jembatan kaca tersebut, kemudian 2 orang lagi jatuh ke bawah," kata Kapolresta Banyumas, Kombes Pol Edy Suranta Sitepu, di lokasi, Rabu (25/10), sebagaimana diberitakan Antara.
Menurut Edy, korban termasuk rombongan wisatawan berjumlah 11 orang.
Korban tewas adalah perempuan berinisial FA (49 tahun, warga Banjarnegara). Tiga korban lain berinisial AI (41, Sleman), WA (39, Cilacap), dan SSP (45, Cilacap).
