7 Protokol Kurban di Jakarta: Juru Sembelih Rapid Test hingga Jaga Jarak

Pemprov DKI Jakarta bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) DKI dan Dewan Masjid Indonesia (DMI) DKI menyusun sejumlah aturan atau protokol penyembelihan hewan kurban Idul Adha 1441 h. Aturan ini harus dipatuhi panitia penyembelihan hewan kurban.
Setidaknya ada 7 protokol penyembelihan hewan kurban di Jakarta. Apa saja? Berikut rinciannya:
Tempat Penampungan Hewan Kurban Harus Disemprot Disinfektan
Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) DKI, KH Ma'mun Al Ayyubi, menyampaikan, tempat penampungan hewan kurban Idul Adha wajib disemprot disinfektan.
Penyemprotan untuk memastikan tempat penampungan hewan kurban bersih dari virus corona. Sehingga tak ada ancaman penularan antara penjual, pembeli, dan panitia penyembelihan hewan kurban.
"Para pedagang hewan mau berjualan atau di Dharma Jaya, maka terlebih dahulu, penampungan hewan kurban harus disemprot dengan disinfektan. Sehingga diharapkan tempat penampungan hewan kurban bebas dari wabah COVID-19," jelas Ma'mun dalam webinar yang digelar Pemprov DKI, Rabu (29/7).
Panitia Penyembelihan Hewan Kurban Wajib Pakai Masker dan Sarung Tangan
Masker merupakan pelengkap diri yang wajib digunakan selama pandemi virus corona. Begitu juga bagi seluruh panitia yang bertugas saat penyembelihan hewan kurban. Tak hanya masker, panitia juga wajib menggunakan sarung tangan.
"Panitia kurban wajib pakai masker. Jadi memang panduan kita, semua yang jadi panitia wajib menggunakan masker. Kemudian cuci tangan sebelum bertugas. Panitia kurban pakai sarung tangan," ungkap Ma'mun.
Pemotongan Satu Hewan Kurban Hanya Boleh Ditangani 3-5 Orang
Warga diminta untuk tak datang atau melihat proses penyembelihan hewan kurban guna mengantisipasi terjadinya kerumunan.
Oleh karena itu, jumlah orang yang hadir dalam prosesi ini dibatasi, termasuk panitia pemotongan hewan kurban. Dalam lokasi pemotongan satu hewan korban hanya boleh dihadiri 3 hingga 5 orang.
"Setiap hewan disembelih cukup dihadiri 3-5 orang. Yang pegang hewan 3 orang, dia sudah cuci tangan, pakai masker, tinggal juru sembeli yang potong," jelas Ma'mun.
Juru Sembelih Harus Rapid Test
Dalam ketentuannya, seluruh panitia Idul Adha di Jakarta harus dalam kondisi sehat dan bebas dari COVID-19 saat bertugas. Termasuk pada juru penyembelihan hewan kurban wajib menjalani rapid test untuk memastikan bebas virus corona sebelum memotong hewan kurban.
"Jadi puskesmas mulai hari ini rapid test kepada para juru sembelih hewan. Tahun ini, semua petugas yang akan menyembelih hewan kurban itu dilakukan rapid test. Mana kala tidak memenuhi syarat diharapkan untuk tidak melaksanakan tugas," ungkap Ma'mun.
Tim Pencacah Daging Kurban Jaga Jarak Selama Bertugas
Usai hewan kurban disembelih, panitia akan memotong daging kurban menjadi bagian yang lebih kecil atau dicacah. Selama proses ini, panitia diwajibkan menjaga jarak dan tidak berkerumun.
Tim pencacah juga diwajibkan menggunakan masker selama memotong daging kurban.
"Biasanya kalau di kampung itu setelah disembelih, hewannya itu pada keroyokan tuh. Gerombolan, motong ini sebagainya. Nah sekarang ini tim yang mencacah atau memotong-motong daging kurban itu agar tetap menjaga jarak," tutur Ma'mun.
Panitia Serahkan Daging Kurban ke Rumah Warga dengan Keranjang Bambu
Pembagian daging kurban akan diantar langsung panitia ke rumah warga. Hal ini untuk menghindari potensi kerumunan jika daging kurban diambil sendiri oleh warga dari masjid atau lokasi penyembelihan.
"Penyerahan daging kurban diantar ke rumah mustahik. Jadi memang panitia agar mengantarkan jatah mustahik ke rumah masing-masing lewat RT/RW sehingga tidak mendatangi tempat pemotongan hewan," terang Ma'mun.
Adapun hewan kurban yang dibagikan akan menggunakan keranjang ramah lingkungan yang terbuat dari anyaman bambu, bukan kantong plastik. Mengingat Pemprov DKI Jakarta telah menerapkan kebijakan bebas kantong plastik sekali pakai.
Panitia Harus Mandi Bersih Usai Bertugas
Panitia yang selesai menjalankan tugasnya dalam pemotongan hingga distribusi daging kurban ke warga diminta untuk mandi dan mengganti pakaian. Mandi harus dilakukan dengan sangat bersih untuk memastikan tidak ada virus corona yang menempel.
"Setelah bertugas, dia bergelimang dengan daging, ada darah, ini kita anjurkan biasa bersihin badan doang, nah kali ini dia harus mandi pakai sabun betul-betul bersih. sehingga dia habis melaksanakan tugas segera dia mandi dan ganti baju," papar Ma'mun.
————-----------------------
Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona
