7 Rumah Sakit di Jakarta Sediakan Serum Antibisa Ular Kobra

kumparanNEWSverified-green

comment
11
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sembilan ular kobra di evakuasi di Cakung, Jakarta Timur. Foto: Dok. Sudin Damkar Jaktim
zoom-in-whitePerbesar
Sembilan ular kobra di evakuasi di Cakung, Jakarta Timur. Foto: Dok. Sudin Damkar Jaktim

Keberadaan ular kobra kini menjadi momok bagi warga Jakarta. Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat Kristi Watini mengungkapkan setidaknya ada tujuh rumah sakit di Jakarta yang kini menyediakan serum antibisa ular kobra.

"Ada tujuh rumah sakit yang menyediakan serum antibisa ular di DKI Jakarta yakni RSUD Tarakan, RS Suyoto, RSUP Fatmawati, RSUD Cengkareng, RS Cipto Mangunkusumo (RSCM), RSPI Sulianti, dan RS Fatmawati," ujar Kristi di Jakarta, Senin (16/12) dikutip dari Antara.

Dia menjelaskan serum tersebut belum didistribusikan ke tingkat puskesmas. Saat ini hanya ada beberapa rumah sakit yang menyediakan serum antibisa ular kobra.

Kristi mengatakan serum hanya dapat diberikan kepada pasien yang terbukti atau telah digigit ular berbisa, dengan penanganan medis dari rumah sakit tersebut.

Ular kobra. Foto: Pexels

Beberapa rumah sakit masih mematok biaya untuk pemberian serum antibisa ular kobra. Namun ada juga yang memberikannya secara gratis.

"Misalnya saja RSCM yang mematok harga Rp 900 ribu dan RS Fatmawati Rp 595 ribu. Namun, beberapa menyediakan serum secara gratis seperti RSPI Sulianti yang menyediakan serum gratis untuk pasien BPJS," kata dia.

Ia mengimbau kepada warga yang tergigit ular kobra agar tidak panik. Untuk penanganan pertama, warga memasangkan bidai yang dieratkan ke korban menggunakan ikatan kain atau perban agar racun lambat menyebar.

Infografik Waspada Ular Kobra. Foto: kumparan

Setelahnya, korban ditangani secara medis dengan serum antibisa ular kobra, sesuai dengan kondisinya.

"Bila penderita gigitan ular tiba di rumah sakit dalam keadaan darurat seperti syok akibat racun bisa ular, maka dokter akan segera melakukan tindakan resusitasi untuk menyelamatkan nyawa penderita," ujar Kristi.

kumparan post embed