9 Domba di Kabupaten Sleman Terjangkit Penyakit Mulut dan Kuku

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Domba. Foto: Candra Yanuarsyah/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Domba. Foto: Candra Yanuarsyah/ANTARA FOTO

Sebanyak sembilan ekor domba milik warga di kandang kelompok di Kecamatan Berbah, Kabupaten Sleman dilaporkan positif terjangkit penyakit mulut dan kuku (PMK).

Temuan ini telah terkonfirmasi di Balai Besar Veteriner (BBVet) Wates pada tanggal 20 Mei lalu. Sebelumnya sampel dikirim ke sana setelah ada satu ekor domba yang mengalami gejala sakit.

"Jadi pada tanggal 6 (Mei) kemarin, seekor domba dilaporkan gejala sakit, diare, kurang nafsu makan, ujung bibir bengkak dan merah dan terdapat berkeropeng basah yang ditangani oleh Puskeswan setempat," kata Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo kepada wartawan, Sabtu (21/5).

Setelah itu dilakukan observasi serta turut diambil sampel swab dari para domba ini untuk diuji PCR penyakit mulut dan kuku.

Kondisi domba di Sleman yang terjangkit PMK. Foto: Pemkab Sleman

Domba pertama yang menjalani uji sampel swab terkonfirmasi positif PMK pada 18 Mei lalu. Kemudian Pemkab Sleman dan BBVet Wates melakukan investigasi lanjutan dan mengambil sampel swab serta serum darah.

Total sebanyak 15 sampel diujikan di BBVet Wates. Hasilnya 9 domba dinyatakan positif dan 6 lainnya negatif. Pemilik domba menjelaskan bahwa ada 2 domba yang sebelumnya dibeli dari Kabupaten Bantul. Kedua domba itu lantas dimasukkan satu kandang bersama 7 domba lainnya.

"Dari keterangan pemilik domba tersebut dibeli dari warga di daerah Bantul pada 30 April. Tetapi satu hari sebelumnya domba itu baru datang dari Garut, Jawa Barat. Jadi bisa dikatakan penularan kasus PMK ini akibat ternak dari luar Sleman," katanya.

Saat ini Pemkab Sleman tengah melakukan penanganan terpadu. Mulai dari memberikan obat suportif seperti vitamin A, D, E, disinfeksi peralatan dan area kandang setiap hari.

Kondisi domba di Sleman yang terjangkit PMK. Foto: Pemkab Sleman

"Kita juga sudah minta agar kebersihan kandang diperhatikan. Karena hal itu juga bisa jadi mula awal penyakit yang kemudian bisa menyerang hewan ternak," jelasnya

"Alhamdulilah, satu ekor domba yang awalnya positif kondisinya sudah baik dan mau makan. Sedangkan delapan ekor lainnya tidak bergejala dan dalam kondisi sehat," bebernya.

Kustini juga mengingatkan agar masyarakat tidak membeli ternak dari luar Sleman untuk sementara waktu.

"Untuk saat ini memang saya tekankan untuk tidak membeli atau memasukkan ternak dulu dari luar Sleman. Kita (Pemkab Sleman) juga telah membuat tim monitoring dan pengawasan lalu lintas ternak untuk pengawasan. Dan melibatkan unsur-unsur terkait agar bisa melakukan respons cepat terhadap laporan masyarakat di tiap kapanewon (kecamatan)," katanya.

Populasi ternak di Sleman sendiri saat ini mencapai hampir 100 ribu. Rinciannya 99.929 ekor yang terdiri dari sapi potong, sapi perah, kerbau, kambing, domba dan babi.

Sementara, kelompok ternak mencapai sekitar 820 kelompok mulai dari sapi potong, sapi perah, kambing, domba dan babi yang semuanya diawasi oleh DP3 Sleman.