9 Mahasiswa Ditahan Usai Demo di Makassar

kumparanNEWSverified-green

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Mahasiswa melempari batu ke arah aparat kepolisian di depan kantor DPRD Sulsel, Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (24/9/2019). Foto: ANTARA FOTO/Abriawan Abhe
zoom-in-whitePerbesar
Mahasiswa melempari batu ke arah aparat kepolisian di depan kantor DPRD Sulsel, Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (24/9/2019). Foto: ANTARA FOTO/Abriawan Abhe

Demo mahasiswa dan Aliansi Masyarakat Sipil Menggugat Keadilan dari berbagai kampus di depan Gedung DPRD Sulsel, Makassar, Selasa (24/9), berakhir ricuh. Akibatnya, 30 mahasiswa yang tidak disebutkan asal kampusnya diamankan, dan 9 orang di antaranya ditahan.

"Hanya sembilan orang yang kami tahan karena terbukti melanggar hukum," jelas Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani kepada kumparan, Rabu (25/9).

Dicky menyebut, para mahasiswa yang ditahan itu terbukti melemparkan batu kepada polisi. Tak hanya itu, para mahasiswa tersebut juga merusak sejumlah kendaraan.

Poster nyeleneh saat aksi unjuk rasa di Makassar. Foto: Dok. Makassar Indeks

"Sedangkan yang lainnya, sudah kami pulangkan sejak tadi malam," jelasnya.

Namun, Dicky tidak menyebut secara rinci identitas mahasiswa yang ditahan. Ia hanya membeberkan daftar nama mahasiswa yang sempat ditangkap usai demo berlangsung.

Berikut daftar nama mahasiswa yang ditangkap tersebut:

  • Fadel (mahasiswa jurusan DKV)

  • Fahri (mahasiswa jurusan Seni, Drama, Tari, dan Musik)

  • Ahmad Fauzan (mahasiswa jurusan Teknik Elektro)

  • Fadil (mahasiswa jurusan Teknik Mesin)

  • Sahrul (mahasiswa jurusan Teknik Elektro)

  • Utta (mahasiswa Fakultas Teknik)

  • Koko (mahasiswa jurusan Teknik Sipil)

  • Imam Aminda (mahasiswa jurusan Manajemen)

  • Akbar (mahasiswa jurusan Pendidikan Ekonomi)

  • Surman Jahidin (mahasiswa jurusan Pendidikan Sosial)

  • Ahmad Maroddin (mahasiswa jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial)

  • Muh Faiz (mahasiswa jurusan Sejarah)

  • Sahrul Habrianto (mahasiswa jurusan Sejarah)

  • Muh Husni Arka (mahasiswa jurusan Administrasi Negara)

  • Fahmi (mahasiswa jurusan Administrasi Negara)

  • Firman (mahasiswa jurusan Administrasi Negara)

  • Dihyah (mahasiswa jurusan Administrasi Negara)

  • Firdan (mahasiswa jurusan Administrasi Negara)

  • Reviananda (mahasiswa jurusan Administrasi Negara)

  • Heri (mahasiswa jurusan Sosiologi)

  • Awal (mahasiswa jurusan Sosiologi)

  • Syahid (mahasiswa jurusan Sosiologi)

  • Khoidir (mahasiswa jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan)

  • Muh Ramadhani (mahasiswa jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan)

  • Fatir (mahasiswa jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan)

  • Fadel (mahasiswa jurusan Antropologi)

  • Aplahal (mahasiswa jurusan Antropologi)

  • Gappar (mahasiswa jurusan Antropologi)

  • Gunawan (mahasiswa jurusan Antropologi)

embed from external kumparan

Dalam demonstrasi pada Selasa (24/9), mahasiswa berkumpul sejak pukul 11.00 WITA dan bergerak menuju DPRD Sulsel untuk berunjuk rasa. Mereka menuntut agar sejumlah RUU yang dianggap tidak pro-rakyat tidak dilanjutkan, seperti RUU KPK dan RKUHP.

Demo tersebut mulai ricuh saat para pendemo memaksa masuk ke dalam gedung dan merusak pagar. Polisi pun menembakkan water canon dan gas air mata untuk mendesak mundur para pendemo.