98 Ribu Jemaah Haji Bakal Tiba di Madinah, Timwas DPR Soroti Kesiapan Petugas

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wakil Ketua DPR sekaligus Timwas Haji DPR 2026 Saan Mustopa. Foto: Fadjar Hadi/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Wakil Ketua DPR sekaligus Timwas Haji DPR 2026 Saan Mustopa. Foto: Fadjar Hadi/kumparan

Timwas Haji DPR 2026 menggelar rapat kerja bersama Daker Madinah pada Senin (1/6). Rapat membahas persiapan Daker Madinah menerima kedatangan 98 ribu jemaah haji asal Indonesia dari Makkah sebelum mereka pulang ke Tanah Air.

Jemaah haji gelombang 2 ini akan beribadah di Masjid Nabawi dan sekitarnya termasuk ziarah ke Rawdah sebelum pulang ke Indonesia.

Wakil Ketua DPR Saan Mustopa mengatakan, ia ingin memastikan kesiapan Daker Madinah menerima jemaah gelombang 2 ini.

"Ya, hari ini kita pertemuan dengan Daker Madinah, ya. Kebetulan ada Kepala Daker-nya dengan seluruh jajaran. Itu terkait dengan apa... memastikan terkait dengan kesiapan Daker Madinah ini untuk menerima kedatangan para jemaah haji dari Makkah, yang jumlahnya hampir 100.000 ya, 99.800 sekian. Mereka akan mulai tiba tanggal 7 Juni yang akan datang," kata Saan.

Politikus NasDem ini mengatakan, jangan sampai pelayanan terhadap jemaah kendor. Sebab psikologis jemaah berbeda. Saat ini jemaah sudah berstatus haji.

​"Nah, karena itu, kami dari DPR tadi banyak berdiskusi dengan Kadaker Madinah ini terkait sekali lagi kesiapan mereka menyambut kedatangan para jemaah haji kita, terutama dari sisi pelayanan," kata Saan.

Saan menuturkan Daker Madinah sudah menyatakan kesiapan mereka menyambut jemaah haji RI gelombang 2 nanti. Mulai dari transportasi hingga konsumsi dan hotel.

"Tadi sudah disampaikan dan mereka sudah sangat siap ya terkait dengan akomodasi. Tapi hotel-hotel semua sudah siap, dari mulai hotel bintang lima, semua juga sudah karena ada yang banyak dipakai kurang lebih untuk 7.000-an jemaah lebih, itu akan menggunakan hotel bintang lima yang ada di Madinah," kata Saan.

"Jadi, sekali lagi, dari sisi akomodasi hotelnya, dari sisi akomodasi konsumsi maupun transportasi, itu semua sudah siap," tutur dia.