Aa Gym Belum Buka Ponpes Daarut Tauhid, Santri Masih Belajar Online

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pesantren Daarut Tauhiid. Foto: Dok. Daarut Tahuhid
zoom-in-whitePerbesar
Pesantren Daarut Tauhiid. Foto: Dok. Daarut Tahuhid

Pondok Pesantren Daarut Tauhid yang dipimpin Abdullah Gymnastiar atau akrab disapa Aa Gym dipastikan belum akan dibuka dalam waktu dekat ini. Musababnya, pesantren itu terletak di Kecamatan Sukasari.

Data yang diperoleh dari Pusat Informasi COVID-19 Kota Bandung (Pusicov) pasien positif corona di kecamatan itu berjumlah 4 orang sedangkan pasien yang meninggal dunia masih berada di angka nol. Dengan demikian, sesuai Keputusan Gubernur Jabar, pesantren belum bisa dibuka.

Ketua Yayasan Pondok Pesantren Daarut Tauhid Gatot Kuntakumara mengatakan, pihaknya belum mengadakan rapat terkait pembukaan kembali pondok pesantren. Saat ini, santri di pondok pesantren itu yang berjumlah sekitar 2 ribu orang masih melakukan sistem belajar secara online.

"Kita belum rapat tentang pembukaan itu, cuma kita akan mengacu dari gugus tugas dan yang lainnya, termasuk pertimbangan dari Pak Ridwan Kamil (Gubernur Jawa Barat)," kata dia melalui sambungan telepon, Jumat (19/6).

Pertimbangan belum dibukanya pondok, menurut Gatot, sebab pembelajaran tahun ini akan berakhir pada bulan Juni sedangkan tahun ajaran baru dimulai bulan Juli. Maka dari itu, rapat pembahasan mengenai pembukaan pesantren kemungkinan baru akan digelar di bulan Juli.

"Soalnya akhir Juni ini kan proses pembelajaran selesai, jadi kalau dibuka sekarang kan kagok ya," ucap dia.

embed from external kumparan

Pertimbangan lainnya, sambung Gatot, pihaknya mesti menyiapkan protokol kesehatan apabila akan kembali membuka pondok pesantren seperti ruangan kesehatan untuk isolasi, petugas medis, hingga alat pelindung diri. Selain itu, kesiapan untuk menyambut kedatangan santri dari berbagai wilayah di Indonesia pun mesti dipikirkan secara matang.

"Kalau mereka dari seluruh Indonesia kemudian datang ke satu titik di Bandung melewati berbagai transportasi ada yang pakai pesawat dan kereta api, jadi kemungkinan untuk memastikan mereka bisa sehat sampai di Bandung kan juga bukan persoalan yang mudah. Jadi kita harus menyiapkan segala sesuatunya," jelas dia.

Sejauh ini, pondok pesantren sudah menyiapkan masker, alat mencuci tangan yang disiapkan di sejumlah titik, dan penyemprotan cairan disinfektan secara berkala. Namun, dia menilai hal tersebut belum cukup sebab pengaturan pergerakan orang mesti diatur sedemikian rupa.

Adapun kini, pengajian di pondok belum dibuka sementara masjid digunakan untuk salat Jumat namun hanya untuk warga setempat.

"Ini (virus) kan penyebarannya manusia ke manusia sehingga kan tergantung pada pergerakan orang termasuk juga pengajian kita belum buka. Masjid juga dibuka baru salat Jumat untuk warga aja, yang area umum atau publik kita belum perkenankan," tandas dia.

***

(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)

***

Yuk! bantu donasi atasi dampak corona.