Abdul Mu’ti: 15 Ribu Sekolah Direnovasi Tahun 2025, Melebihi Target Awal

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti menjawab pertanyaan wartawan, Jakarta Pusat, Jumat (12/9).  Foto: Nasywa Athifah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti menjawab pertanyaan wartawan, Jakarta Pusat, Jumat (12/9). Foto: Nasywa Athifah/kumparan

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengatakan, lebih dari 15 ribu satuan pendidikan direnovasi dan direvitalisasi sepanjang tahun 2025. Jumlah itu meningkat dari target awal yang hanya 10.440 sekolah.

Mu’ti mengatakan, program tersebut merupakan bagian dari prioritas Presiden RI Prabowo Subianto untuk memperkuat sarana dan prasarana pembelajaran.

“Tahun ini sebagai program prioritas Bapak Presiden, kami melakukan renovasi dan revitalisasi untuk lebih dari 15 ribu satuan pendidikan. Awalnya direncanakan untuk 10.440,” ujar Mu’ti saat menghadiri acara penandatanganan kerja sama Ditjen Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru dengan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan di Kantor Kemendikdasmen, Jakarta Pusat, Jumat (12/9).

Ilustrasi olahraga di sekolah. Foto: Legitaa/Shutterstock

“Tapi dengan skema swakelola, Alhamdulilah berdasarkan laporan yang kami terima, lebih dari 15 ribu satuan pendidikan direnovasi pada tahun ini,” tambah dia.

Selain renovasi, pemerintah juga menyiapkan dukungan infrastruktur penunjang bagi sekolah yang belum memiliki akses listrik.

“Dan kalau sekolah itu belum ada listrik, kami sudah berkomitmen untuk nanti dibantu pembangunan listrik tenaga surya. Yang itu juga merupakan bagian program prioritas Bapak Presiden,” jelas Mu’ti.

Tak hanya listrik, Mu’ti juga memastikan untuk setiap sekolah nantinya pasti akan terpapar akses internet.

Upaya ini, kata dia, diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran secara merata di seluruh wilayah Indonesia.

“Yang sudah ada listrik, belum ada jaringan internetnya, kami sudah komunikasi dengan BAKTI Komdigi dan Telkom untuk nanti juga akan bekerja sama dengan kami,” tandasnya.