Abdul Mu’ti: Terima Kasih, Orang Tua Sudah Antar Anak di Hari Pertama Sekolah
·waktu baca 2 menit

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti mengimbau para orang tua agar beresedia mengantarkan anak-anak mereka ke sekolah, khususnya di hari pertama tahun ajaran baru 2025/2026.
Kehadiran orang tua dinilai penting dalam menumbuhkan semangat dan kepercayaan diri siswa saat memasuki jenjang pendidikan baru.
“Itu adalah bentuk dukungan orang tua atau wali murid kepada anak-anak yang belajar. Supaya mereka memiliki semangat dan merasa bahwa kehadiran orang tua itu sebagai bentuk dukungan untuk mereka belajar di lingkungan sekolah yang baru dan memiliki semangat yang baru untuk menuntut ilmu,” ujar Abdul Mu’ti saat meninjau pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Satuan Pendidikan (MPLS) di SMPN 1 Sumbawa Besar, Nusa Tenggara Barat, Senin (14/7).
Mu'ti mengapresiasi para orang tua yang sudah hadir mengantar anak-anaknya ke sekolah.
“Kepada ibu-ibu orang tua wali, Bapak dan Ibu, kami mengucapkan terima kasih atas perhatian Bapak Ibu sekalian yang telah mengantarkan anak-anak memasuki sekolah pada hari pertama,” katanya.
Menurutnya, kehadiran orang tua memiliki makna emosional yang besar bagi siswa, terutama bagi mereka yang baru lulus dari jenjang pendidikan sebelumnya.
“Kehadiran Bapak Ibu sekalian memiliki makna penting yang menumbuhkan semangat, menumbuhkan suka cita agar anak-anak lebih percaya diri, menempuh jenjang studi yang baru, jenjang pendidikan yang baru,” ujar Mu’ti.
“Mereka yang beranjak dari taman kanak-kanak ke sekolah dasar memiliki rasa yang sangat membahagiakan ketika mereka didampingi oleh orang tuanya, didampingi oleh walinya dan mereka memiliki semangat yang tinggi bahwa mereka adalah anak-anak yang harus kita berikan pendidikan, kita berikan perhatian dengan sebaik-baiknya,” lanjut dia.
Abdul Mu’ti juga menekankan pentingnya kolaborasi antara orang tua dan guru dalam mendidik anak, baik di rumah maupun di sekolah.
“Komunikasi antara orang tua dengan guru sangat penting, komunikasi antara pendidikan di rumah dengan sekolah harus kita bina dengan sebaik-baiknya,” jelas Mu’ti.
“Dan yang tidak kalah pentingnya adalah juga bagaimana kita menciptakan lingkungan sosial yang mendukung keberhasilan pendidikan,” pungkasnya.
