ABH Pelaku Ledakan SMAN 72 Sudah Diperiksa di Rumah Aman

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kabid Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto memberikan keterangan ledakan di SMAN 72 Jakarta di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (7/11/2025). Foto: Reno Esnir/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Kabid Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto memberikan keterangan ledakan di SMAN 72 Jakarta di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (7/11/2025). Foto: Reno Esnir/ANTARA FOTO

Polisi mengungkapkan, anak berhadapan dengan hukum (ABH) yang meledakkan bom di SMA Negeri 72 Jakarta sudah diperiksa.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menyebut bahwa pemeriksaan tersebut dilakukan di rumah aman pada Rabu (3/12) lalu.

"Sudah dari tanggal 3 Desember, ya, sudah diperiksa di rumah aman," ujar Budi kepada wartawan, Senin (8/12).

"Dua sampai tiga kali pemeriksaan," jelas dia.

Budi menyebut, pemeriksaan ABH tersebut didampingi oleh sejumlah pihak, mulai dari ayahnya, Balai Pemasyarakatan, tim kuasa hukum, hingga KPAI.

Dalam pemeriksaan itu, kata dia, ABH tersebut didalami mengenai motif, bagaimana belajar merakit bom, hingga lokasi pembelian bahan baku untuk perakitan bom.

Barang bukti kasus ledakan di SMAN 72 Jakarta pada Konferensi Pers Polda Metro Jaya, Selasa (11/11/2025). Foto: Rinddy Seftyan/kumparan

"Ini juga didalami tentang motif ABH melakukan ledakan di SMAN 72, termasuk bagaimana ABH belajar dari mana untuk merakit bahan peledak tersebut, di mana ABH membeli beberapa bahan baku tersebut," ucap Budi.

"Nah, termasuk kami akan mendalami terus, kami akan sampaikan nanti kepada teman-teman sekalian terkait tentang hasil pemeriksaan," imbuhnya.

Lebih lanjut, Budi juga mengungkapkan kondisi ABH tersebut sudah sehat secara jasmani maupun rohani.

"Sejauh ini [kondisi ABH] sudah sehat, makanya bisa dilakukan permintaan keterangan," kata Budi.

"Artinya dalam pertanyaan di BAP itu sehat jasmani rohani itu juga dinyatakan dari dokter yang menangani medis ataupun dokter yang menangani secara psikis," pungkasnya.

Suasana SMAN 72 Jakarta Utara beberapa hari setelah ledakan bom dalam sekolah. Foto: Rinddy Seftyan/kumparan

Sebelumnya, ledakan bom terjadi di SMAN 72 Jakarta pada Jumat (7/11) lalu. Tak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Namun, 96 orang mengalami luka, mulai dari tingkat ringan hingga berat.

Ada total tujuh bom yang dibawa oleh pelaku dan hendak diledakkan di sekolah. Tapi, empat bom yang meledak, sedangkan sisanya berhasil diamankan oleh polisi.

Empat bom itu meledak di dalam masjid dan taman baca yang letaknya dekat dengan bank sampah. Untuk bom yang diledakkan di masjid, pelaku menggunakan remote sebagai alat pemantiknya.

Sementara itu, bom yang diledakkan di taman baca dan sampah di pabrik menggunakan sumbu.

Setelah ledakan, pelaku mengalami luka serius. Dia sempat dibawa ke RS Islam Cempaka Putih. Lalu, dia dirujuk ke RS Polri untuk menjalani perawatan intensif.