News
·
7 Maret 2020 16:05

Aceh Tolak 3 Kapal Pesiar untuk Cegah Virus Corona 

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Aceh Tolak 3 Kapal Pesiar untuk Cegah Virus Corona  (273140)
searchPerbesar
Pulau Weh, Sabang. Foto: Dok. BPKS Sabang
Virus corona tak hanya menghantui kesehatan, dunia pariwisata juga ikut merasakan dampaknya. Salah satunya Aceh, provinsi yang juga dikenal menyimpan ragam pesona wisata di ujung barat Indonesia itu.
ADVERTISEMENT
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Aceh, Jamaluddin, mengatakan dunia pariwisata sangat merasakan dampak dari mewabahnya virus corona. Apalagi, Indonesia telah ditemukan 4 kasus warga positif COVID-19.
“Memang berdampak bagi dunia pariwisata, bukan hanya Aceh, tetapi seluruh dunia saya pikir. Umrah saja sudah disetop, harapan kita ini virus corona bisa cepat diantisipasi sehingga tidak mengganggu lebih banyak lagi ke depannya,” kata Jamaluddin di Banda Aceh, Sabtu (7/3).
Baru-baru ini di Sabang, kata dia, pemerintah provinsi terpaksa menolak rencana kedatangan tiga kapal pesiar yang mengangkut ribuan turis asing. Hal itu dilakukan sebagai upaya mencegah virus corona.
“Saya pikir sangat berpengaruh, seperti di Sabang kapal pesiar tidak bisa masuk. Rencana kedatangan kapal pesiar yang pertama itu mengangkut sekitar 1.500 orang, kemudian kedua ada sekitar 1.000 orang, dan yang ketiga juga sama mengangkut 1.000 orang. Otomatis, dari sini saja pasti ada pengaruh,” ungkapnya.
ADVERTISEMENT
Jamaluddin tak merinci nama-nama kapal pesiar yang ditolak berlabuh di Sabang.
Aceh Tolak 3 Kapal Pesiar untuk Cegah Virus Corona  (273141)
searchPerbesar
Ilustrasi kapal pesiar yang mengakut ribuan turis asing bersandar di Pulau Weh, Sabang. Foto: Dok. BPKS Sabang
Meski begitu, Jamaluddin mengatakan pariwisata Aceh hanya baru membatasi turis asing yang menggunakan jalur laut. Sementara wisatawan yang datang via udara belum ada pembatasan.
“Kalau dari luar negeri yang sudah dibatasi kapal pesiar. Tetapi kalau melalui bandara, saya melihat hingga hari ini belum ada yang kita batasi. Tetapi kita menyiapkan perangkat untuk mengantisipasi itu,” katanya.
Disbudpar Aceh juga tetap gencar mempromosikan wisata Aceh kepada dunia. Apalagi hingga saat ini di Aceh belum ditemukan ada warga yang suspect virus corona.
“Kita terus melakukan upaya promosi bahwa sampai saat ini di Aceh belum ada yang suspect terhadap corona. Jadi ini yang kita kampanyekan. Kita berdoa supaya juga jangan sampai ada yang suspect di Aceh,” pungkasnya.
ADVERTISEMENT
Sebelumnya, Kepala Disbudpar Kota Sabang, Faisal, mengatakan, hingga saat ini pemerintah setempat belum memberlakukan pemeriksaan khusus bagi turis asing yang berkunjung ke sana.
Tidak ada pemeriksaan ketat bagi para turis atau wisatawan di Pelabuhan Balohan, Sabang. Pemerintah juga belum menerima adanya informasi mengenai pelancong yang tengah berlibur di Sabang terjangkit corona.
“Karena pemeriksaan (scanner) sudah dilakukan minimal dua kali. Di bandara Soekarno Hatta misalnya, Bandara Kuala Lumpur, dan juga Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) Blang Bintang, Aceh Besar,” ujar Faisal.
Pemkot Sabang telah menyiapkan ruang isolasi untuk corona sebanyak tiga ruang. Satu di RSUD Sabang, dan dua lainnya di Rumah Sakit Angkatan Laut (AL).
“Ruang isolasi ini dipersiapkan bila ada wisatawan atau masyarakat yang terindikasi virus corona,” ujarnya. 
ADVERTISEMENT