Khawatir Corona, Koster Tolak Kapal Viking Sun Berlabuh di Bali

kumparanNEWSverified-green

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kapal pesiar Viking Sun bersandar di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang untuk muat Logistik. Foto: Afiati Tsalitsati/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kapal pesiar Viking Sun bersandar di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang untuk muat Logistik. Foto: Afiati Tsalitsati/kumparan

Gubernur Bali Wayan Koster tak merestui rencana kapal pesiar Viking Sun bersandar di Pelabuhan Benoa, Denpasar, pada 9 Maret. Koster enggan mengambil risiko imbas terkait penyebaran virus corona.

Apalagi, kapal memiliki riwayat perjalan ke negara yang ada persebaran corona, New Caledonia dan Australia.

"Kita harus menyikapi secara bersama-sama, apakah itu kita izinkan, dan tadi saya putuskan untuk ditunda," kata Koster saat pembukaan rapat koordinasi percepatan pemulihan kondisi pariwisata dan ekonomi Bali dampak virus corona di Gedung Bank Indonesia Perwakilan Bali, Jumat (6/3).

Dia mengatakan, Wali Kota Kota Denpasar Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantrasedang telah berkoordinasi dengan Pelindo III terkait penundaan ini.

Koster menegaskan kebijakan yang diambil itu terkait mitigasi cermat agar tidak berdampak terhadap pariwisata dan ekonomi Bali.

Kapal pesiar Viking Sun bersandar di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang untuk muat Logistik. Foto: Afiati Tsalitsati/kumparan

"Supaya ada kesempatan untuk mengelola dengan mitigasi yang cermat supaya tidak berdampak negatif terhadap Bali secara khusus. Karena kita sebagai pariwisata terbaik di dunia, sangat rawan dengan pengelolaan masalah kesehatan," kata Koster.

"Karena itu kita harus betul-betul hati-hati dan cermat juga tidak kita memburu duit kecil yang kemudian nanti berdampak besar yang bisa mengakibatkan fundamental wisata dan ekonomi kita di Bali terganggu," imbuhnya.

Kapal pesiar Viking Sun memiliki jadwal berlabuh di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang dan Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Namun kapal berbendera Norwegia itu telah ditolak bersandar. Di Semarang, kapal hanya diizinkan bersandar untuk memuat logistik.

kumparan post embed