Ada 267 Juta Penduduk Indonesia yang Sudah Masuk Big Data Kemendagri

Kemendagri memastikan terus memperbaharui data yang ada di internalnya agar bisa digunakan dengan sebaik mungkin.
Dalam rapat kerja Komisi VIII DPR membahas data kemiskinan, Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Zudan Arif Fakrulloh menegaskan bahwa update data yang dilakukan pihaknya bahkan dilakukan setiap hari.
Termasuk dengan mengupdate data masyarakat yang meninggal hingga pindah alamat tempat tinggal.
"Itu data yang masuk ke Kemendagri coba kita satukan kita cocokkan berapa yang pindah dari satu kabupaten. Nah data di Kemendagri diupdate setiap hari. Orang yang pindah nanti didata. Orang yang meninggal didata," kata Zudan, Rabu (1/6).
Dia lantas menjelaskan bahwa setiap 6 bulan sekali pihaknya menentukan cut off time atau batas waktu penerimaan data yang kemudian akan dirampungkan secara keseluruhan.
Dia kemudian merinci bahwa update data yang dilakukan berdasarkan nama dan alamat. Tentunya, data-data itu juga memiliki nomor induk kependudukan.
Hingga kini data tersebut mencapai 267.289.750 juta jiwa.
"Kami bersama-sama melakukan update dengan berbasis data kependudukan menentukan by name by address secara cepat,"katanya.
"Saat 267 juta semua ada NIK by name by address big data kita. Ada dalam server kemendagri tahun ini dipakai dalam baseline sensus penduduk dan pilkada serentak data ini sudah kita jamin keunggulannya," lanjutnya.
Lebih lanjut, dari jumlah tersebut sebanyak 135.216.153 berjenis kelamin laki-laki dan sebanyak 132.073.597 berjenis kelamin perempuan.
------
(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)
**
Yuk! bantu donasi atasi dampak corona.
