Ada Demo Buruh Tolak Kenaikan BBM Hari Ini, Berikut Lokasinya di Jakarta

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sejumlah buruh mengikuti aksi unjuk rasa di depan gedung DPR, Jakarta, Rabu (10/8/2022). Foto: Galih Pradipta/Antara Foto
zoom-in-whitePerbesar
Sejumlah buruh mengikuti aksi unjuk rasa di depan gedung DPR, Jakarta, Rabu (10/8/2022). Foto: Galih Pradipta/Antara Foto

Partai Buruh dan Serikat Buruh akan melakukan aksi puluhan ribu buruh hari ini, Selasa (6/9). Di Jakarta, aksi akan dipusatkan di DPR RI. Mereka mendesak agar kenaikan harga BBM dibatalkan.

"Bilamana aksi 6 September tidak didengar pemerintah dan DPR, maka Partai Buruh dan KSPI akan mengorganisir aksi lanjut," kata Presiden KSPI yang juga Presiden Partai Buruh Said Iqbal lewat keterangannya, Minggu (4/9) lalu.

Diprediksikan akan ada ribuan buruh yang akan bergerak menuju sekitaran kawasan Senayan, dan kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat. Baik itu berjalan kaki, menggunakan sepeda motor, mobil, ataupun bus.

Masyarakat yang hendak bepergian sebaiknya menghindari titik ruas jalan di kawasan tersebut agar tidak terjebak kemacetan. Sejauh ini, polisi belum merilis rencana rekayasa lalu lintas di kedua lokasi itu.

kumparan post embed

Alasan kedua buruh menolak kenaikan BBM karena dilakukan di tengah turunnya harga minyak dunia. Terkesan sekali, pemerintah hanya mencari untung di tengah kesulitan rakyat.

Terkait dengan bantuan subsidi upah sebesar Rp 150 ribu selama 4 bulan kepada buruh, menurut Said Iqbal ini hanya "gula-gula saja" agar buruh tidak protes. Subsidi upah itu, kata dia, tidak akan menutupi kenaikan harga akibat inflasi yang meroket.

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal berorasi saat aksi unjuk rasa di depan gedung DPR, Jakarta, Senin (7/2/2022). Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

"Terlebih kenaikan ini dilakukan di tengah negara lain menurunkan harga BBM. Seperti di Malaysia, dengan Ron yang lebih tinggi dari pertalite, harganya jauh lebih murah," jelasnya.

Said Iqbal juga mengkhawatirkan, dengan naiknya BBM maka ongkos energi industri akan meningkat. Hal itu bisa memicu terjadinya ledakan PHK.